Erni Susilawati, Sosok Wanita Tani Millenial Desa Kertayasa

oleh -27 views
AKTIVIS KWT: Erni Susilawati, salah satu aktivis perempuan penggiat pertanian di Desa Kertayasa Kecamatan Sindangagung, menjadi sosok yang kini diperhatikan banyak pihak. FOTO : MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN – Erni Susilawati (42), salah seorang sosok petani perempuan muda millenial yang teramat jarang digeluti anak muda pada usianya. Ia sudah bergelut dengan usaha sejak berusia 35 tahun.

Selain mengelola lahan pertanian padi seluas 80 bata (1.120 meter), Erni terkenal sebagai aktifis Kelompok Wanita Tani (KWT) dan penggerak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kertayasa Kecamatan Sindangagung yang cukup banyak memberikan kontribusi nyata kepada desa.

“Saya mulai jadi petani sejak tujuh tahun lalu. Awalnya didasari hoby bertani, sampai akhirnya pekerjaan mencangkul pun saya lakukan sendiri di sawah,” tutur Erni kepada Radar Kuningan, Kamis (20/2).

“Sebagai wanita tani di Desa Kertayasa, Erni mengaku tak malu melakukannya karena sudah terbiasa, dan selalu dinikmatinya. Ia mengaku kegiatan bertaninya tersebut tidak semata-mata untuk pemberdayaan diri, namun juga sebagai pengabdian kepada masyarakat.

“Saya nikmati saja pekerjaan ini, apalagi saya sebagai anggota Kelompok Wanita Tani atau KWT di Desa Kertayasa,” katanyaSementara itu, Kepala Desa Kertayasa Arief marudin, mengapresiasi kebiasaan Erni Susilawati yang jarang dilakukan wanita lainnya. Hal itu diharapkan juga dapat mendorong para petani wanita yang tergabung dalam KWT agar terlibat dalam bidang pertanian secara langsung.

Sebagai kaum wanita tanggung, beliau harus diapresiasi oleh kita. Ini juga harus menjadi pendorong kepada KWT lainnya agar bisa terlibat langsung di bidang pertanian,” harap Arief.

Menurutnya, saat ini terdapat program pertanian Sabdarum (Swa Sembada di Dalam Rumah), dengan melibatkan para kader wanita tani. Sebagai salah satu bentuk emansipasi wanita, Sabdarum telah berjalan sejak Februari 2020 ini. “Program Sabdarum ini atas kerjasama pendamping.

“Kami minta Dinas Pertanian Kuningan dapat membantu anggaran bagi para petani, karena pemberdayaan akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, serta juga dalam rangka upaya penurunan kemiskinan,” pungkas Arief. (muh)

No More Posts Available.

No more pages to load.