Dua Hari, Uniku Gelar Wisuda Ke-25

oleh -86 views
WISUDA: Prosesi wisuda ke-24 yang dilaksanakan Uniku tahun 2019 lalu, sebelum adanya pandemi Covid-19. FOTO:DOK

KUNINGAN–Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk kelulusan tahun 2020 ini, Universitas Kuningan (Uniku) terpaksa menggelar wisuda lulusannya di penghujung tahun.

Kebijakan tersebut diambil pihak kampus, lantaran sepanjang tahun ini dunia sedang dilanda musibah pandemi Covid-19, sehingga berimbas terhadap hampir seluruh sektor kegiatan. Dalam momentum wisuda ke-25 ini, Uniku pun harus membaginya menjadi dua hari pelaksanaan, yakni Rabu (16/12) ini, dan Kamis (17/12). Itu pun masing-masing hari dibagi menjadi dua sesi.

Rektor Uniku Dr H Dikdik Harjadi SE MSi menyampaikan rasa syukur dan bangganya, karena di penghujung 2020 ini akhirnya dapat menyaksikan sekaligus melantik para lulusan kampusnya menjadi sarjana dan magister. Kegiatan wisuda Uniku yang biasanya dilaksanakan dua kali dalam setahun, periode Maret dan Agustus, dengan sangat terpaksa tidak dapat dilaksanakan seperti biasanya.

“Hal ini mengingat sepanjang tahun 2020 ini seluruh dunia terdampak pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, kami dengan berat hati mengambil keputusan penundaan wisuda, hal itu semata-mata kami lakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Dikdik, kemarin (15/12).

Menurutnya, pandemi Covid-19 mengubah banyak hal dari kehidupan. Dalam beberapa bulan ini, semua dipaksa untuk menerima kondisi normal baru (new normal) yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Kegiatan komunikasi yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka, digantikan komunikasi yang dimediasi oleh teknologi.

“Proses belajar mengajar yang sebelumnya dilakukan di ruang-ruang kelas, saat ini dilakukan melalui ruang-ruang virtual. Wisuda yang semestinya dilakukan dengan penuh kemeriahan, tahun ini kita laksanakan secara terbatas. Meskipun pada prosesi wisuda sekarang kita tidak disaksikan oleh orang tua wisudawan secara langsung, semoga tidak mengurangi niat tulus kita untuk memberikan penghargaan dan ungkapan kegembiraan atas pencapaian keilmuan lulusan semua,” ujar Dikdik.

Dikatakan Dikdik, Uniku secara bertahap dan simultan terus melakukan penguatan kelembagaan sesuai standar nasional Dikti dan meningkatkan mutu dengan menerapkan sistem penjaminan mutu. Di tahun 2020 ini, pihaknya bersyukur karena ada dua prodi yang meningkat peringkat akreditasinya menjadi A, yakni Prodi Manajemen dan Akuntansi, sehingga saat ini Uniku memiliki tiga prodi yang terakreditasi A.

“Setelah sebelumnya Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang juga terakreditasi A, sekarang dua prodi baru, yaitu Prodi DKV dan Prodi Manajemen (S2) juga saat ini sudah terakreditasi B. Kami juga mengucapkan selamat pada tahun 2020 ada 7 orang dosen yang telah menuntaskan pendidikan doktoralnya. Semoga hal ini akan meningkatkan mutu pembelajaran di Uniku,” harap Dikdik.

Di bidang penelitian, ada 12 judul penelitian yang didanai dari dikti dengan nilai Rp236.972.000. Sementara yang didanai melalui hibah internal Uniku sebanyak 33 judul penelitian bernilai Rp330 juta dengan melibatkan 99 orang dosen. Di bidang pengabdian kepada masyarakat, tahun ini ada 96 kegiatan PKM yang didanai oleh Uniku.

“Sementara di bidang publikasi, saat ini Uniku memiliki 9 jurnal penelitian terakreditasi Sinta 2-5. Dengan demikian akan membuka peluang bagi dosen-dosen Uniku maupun dari kampus lainnya, untuk mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal tersebut,” sebut Dikdik.

Uniku, lanjut Dikdik yang kembali mencalonkan Rektor Uniku periode mendatang itu, terus berupaya keras agar memiliki daya saing tinggi. Untuk itu, kerjasama dan perluasan jejaring dengan berbagai lembaga, baik di dalam maupun di luar negeri harus terus dilakukan.

Selama tahun 2020, Dikdik membeberkan sejumlah program kerja sama yang telah dilakukan. Di antaranya Joint Research antara Fakultas Ilmu Komputer Uniku dengan UUM Malaysia, MoU dengan beberapa Perguruan Tinggi, seperti Universitas Nusa Bangsa Bogor, Universitas Widyatama Bandung, Universitas Riau Kepulauan, Universitas Indonesia Timur, STIK Pante Kulu, Unisba, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Kadiri.

Kemudian MoU dengan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, MoU dengan Badan Nasional Narkotika Provinsi Jawa Barat, MoU dengan KPU Kabupaten Kuningan, MoU dengan BPSK Kabupaten Kuningan, MoU dengan Bawaslu Provinsi Jawa Barat, dan MoU dengan Perpustakaan MPR-RI.

Sementara kerja sama luar negeri selama tahun 2020, telah ditandatanganinya MoU dengan OP Jindal Global University (India), dan Universiti Malaya (Malaysia). Hingga saat ini Uniku telah menjalin kerjasama dengan 13 PT yang berada di Malaysia, Thailand, Philipina dan India.

“Ke depan kita ingin mengoptimalkan kerja sama ini dengan berbagai program implementasi, seperti pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, joint research maupun publikasi,” harap Dikdik.

Terakhir, Dikdik menyampaikan, di masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya bersyukur karena terdapat 21 mahasiswa Uniku lolos untuk mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (Permata Sakti), yang tersebar di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Uniku juga mendapat kepercayaan dari 96 mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk mengikuti Program Permata Sakti tersebut, dan hal ini mencatatkan Uniku termasuk PT yang paling banyak dipilih oleh PT lain.

“Selain itu, kondisi ini menunjukkan adanya kepercayaan besar terhadap Uniku dari Perguruan Tinggi lain di Indonesia,” ujar Dikdik.

Dikdik menyampaikan terima kasih kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan di Universitas Kuningan, atas segala kerja keras dan pengabdiannya, sehingga dapat menghantarkan para mahasiswa dalam menyelesaikan studinya. Pihaknya juga menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pimpinan Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan (YPSAK) yang senantiasa membimbing dan mendukung program-program yang kami laksanakan. (muh/opl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.