DPRD Kembali Ditutup

oleh -22 views
gedung-dprd-kuningan-foto
Gedung DPRD Kabupaten Kuningan terlihat lengang saat diberlakukan lockdown. Foto: Mumuh Muhidin/Radar Kuningan

KUNINGAN–Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan kembali ditutup pada Kamis (21/1). Penutupan ini dilakukan usai diadakan tes rapid antigen masal di lingkungan gedung dewan tersebut.

Rencananya, penutupan gedung dewan akan berlangsung selama dua hari ini. Artinya, aktivitas kedewanan akan kembali berjalan seperti biasanya pada Senin (25/1) pekan depan.

Hal ini diperkuat dengan surat pemberitahuan dari Sekretariat DPRD Kuningan, bahwa selama dua hari semua pegawai melakukan  pekerjaan secara Work From Home (WFH). Sekaligus sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Sekretariat DPRD Kuningan, usai diadakan tes rapid antigen bagi pimpinan dan anggota DPRD serta staf Sekretariat DPRD Kuningan.

“Karena kami di sini sudah dilakukan tes rapid antigen, jadi sesuai dengan arahan Surat Edaran Bupati Kuningan maka selama dua hari kita WFH. Mungkin nanti pada Senin lusa, aktivitas di gedung sekretariat kembali dimulai,” kata H Mochamad Nurdijanto, Sekretaris DPRD Kuningan kepada awak media.

Selama ini, lanjutnya, sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) maka seluruh aktivitas kedewanan di gedung rakyat juga menerapkan WFH 50 persen. Sehingga setiap pegawai sekretariat masuk kantor sesuai dengan yang dijadwalkan masing-masing.

“Jadi saat masuk kantor kita bergiliran, karena sudah dijadwalkan untuk masing-masing staf sekretariat. Sehingga ada yang masuk bekerja dari kantor dan sebagian lagi bekerja dari rumah,” imbuhnya.

Saat PPKM selesai masa pemberlakuan, semoga aktivitas kedewanan bagi anggota dewan maupun pegawai sekretariat bisa kembali berjalan seperti semula.

“Semoga tidak diperpanjang lagi PPKM, sehingga tanggal 25 Januari bisa kembali masuk seperti biasanya,” tukasnya.

Sementara berdasarkan data Crisis Center Covid-19 Kuningan pada Kamis (21/1), total kasus terkonfirmasi positif menembus 2.561 orang. Naik sebanyak 11 orang dari hari sebelumnya yakni dengan total 2.550 orang.

Kemudian total pasien positif yang dinyatakan sembuh kini berjumlah 2.181 orang. Dari total kasus positif itu, terdapat 335 orang menjalani karantina, serta 45 orang meninggal dunia.

Diberitakan sebelumnya, dari total 50 anggota DPRD Kabupaten Kuningan hanya sebanyak 23 anggota yang menjalani tes rapid antigen, Rabu (20/1). Secara bersamaan pula, para staf Sekretariat DPRD ikut dirapid antigen.

Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy SE, usai mengikuti tes rapid antigen tersebut, menjelaskan terdapat 76 orang yang menjalani rapid antigen, terdiri dari 23 anggota DPRD atau hampir separuhnya dan 53 orang staf Sekretariat DPRD.

“Hari ini kita melakukan rapid antigen terhadap pimpinan dan anggota dewan. Ada 76 orang yang menjalani rapid antigen, dan alhamdulilah hasilnya semuanya negatif Covid-19,” jelas Nuzul saat diwawancara sejumlah wartawan, Rabu (20/1).

Meski harapannya semua anggota dewan ikut menjalani tes rapid antigen secara serempak kemarin, namun ternyata cukup banyak anggota dan staf sekretariat yang mangkir. Untuk itu, ia meminta kepada para anggota dan staf yang belum melakukan rapid antigen agar melaksanakan secara mandiri. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *