Desa Wisata Cibuntu Raih Penghargaan ISTA

oleh -204 views
Kepala Desa Cibuntu H Awam menerima penghargaan Desa Wisata dari Kementrian Pariwisata RI, akhir pekan kemarin. FOTO: IST/RADARKUNINGA.COM

KUNINGAN-Desa Wisata Cibuntu Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan meraih penghargaan tingkat nasional berupa Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019. Penghargaan itu diberikan Kementerian Pariwisata RI dengan kategori yang diraih yakni Tata Kelola Destinasi peringkat Green di Ballroom the Ritz Carlton Jakarta, akhir pekan kemarin.

ISTA adalah penghargaan yang diberikan Kemenpar RI untuk destinasi wisata, yang telah menerapkan sistem pariwisata berkelanjutan. Ajang ini merupakan yang ketiga kalinya digelar dan terbuka untuk seluruh pengelola destinasi wisata baik pengelola kawasan, agen travel, penyedia jasa, yayasan, maupun masyarakat lokal.

Selain Tata Kelola Destinasi, adapula kategori lain yaitu Pemanfaatan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal, Pelestarian Budaya, Pelestarian Lingkungan, sekaligus apresiasi kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Malam anugerah ISTA 2019 ini dirangkai dengan beberapa agenda seperti ISTA Forum, ISTA Mart dan ISTA Awards 2019.

Kepala Desa Cibuntu H Awam berkesempatan menerima langsung penghargaan dari Menteri Pariwisata Arief Yahya. Pihaknya sangat bersyukur dan bangga, sebab penghargaan ini adalah wujud apresiasi yang diberikan pemerintah pusat melalui Kemenpar kepada seluruh warga Cibuntu.

“Ini kerja keras semua pihak pemerintah desa, pemerintah daerah melalui Disporapar, dukungan pimpinan daerah dan khususnya warga Desa Cibuntu yang sangat mendukung Cibuntu menjadi sebuah desa wisata,” ujarnya.

Menurut Awam, keberhasilan desanya menjadi sebuah desa wisata, kuncinya adalah pemberdayaan masyarakat di sektor wisata. Sehingga masyarakat memiliki tanggung jawab dan rasa memiliki yang besar, dalam menciptakan wisata berkelanjutan di desanya sebab warga dapat merasakan manfaatnya.

Tentunya, penghargaan ini diapresiasi pemerintah daerah karena selaras dengan visi Kuningan Maju (Makmur, Agamis, Pinunjul) berbasis Desa 2023. Sebab Pemda mencanangkan wisata sebagai ikon daerah dengan target 25 desa wisatanya dalam 5 tahun ke depan.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan persnya, menuturkan, bahwa sektor pariwisata telah ditetapkan sebagai sektor unggulan pembangunan. Hal ini bisa dilihat, bahwa Presiden Joko Widodo berkesempatan hadir pada semua destinasi yang ditetapkan sebagai destinasi super prioritas.

“Untuk itu saya mengajak para penerima Anugerah Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019, agar turut aktif terlibat dalam pengembangan Wisata berkelanjutan di Tanah Air. Apa yang hanya bisa dipandang, lebih mahal daripada apa yang bisa dibeli misalnya, harga sawah yang dijadikan destinasi wisata lebih mahal dibanding sawah yang dijual,” tutupnya. (ags)

No More Posts Available.

No more pages to load.