Cegah DBD, Makodim 0615 Difogging

oleh -8 views
ANTISIPASI: Petugas Poskes memfogging seluruh tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti di Markas Kodim 0615 Kuningan, kemarin. Foto: m taufik/radar kuningan

KUNINGAN – Antisipas penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di peralihan musim ini, lingkungan Markas Kodim 0615 Kuningan dilakukan fogging, kemarin (2/6).

Kegiatan fogging dilakukan oleh petugas Poskes Kodim Kuningan dengan menyasar setiap tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti seperti selokan, kebun, taman, ruangan-ruangan kerja anggota, asrama hingga musala. Tak hanya itu, ruangan gudang senjata dan aula pun tak luput dari pengasapan untuk memastikan nyamuk penyebab penyakit demam berdarah tersebut musnah.

Kepala Poskes Kodim Kuningan Serma Sholikin mengatakan, kegiatan fogging dilakukan dalam rangka tindakan prefentif, pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah yang rawan terjadi di peralihan musim seperti sekarang. Selain dilakukan fogging, dalam upaya pencegahan DBD juga dilakukan pembersihan lingkungan dan melaksanakan program 3M Plus yaitu yaitu menguras, menutup dan mendaur ulang plus melakukan pencegahan seperti menabur serbuk ABT di tempat air, menanam tanaman anti nyamuk hingga memelihara ikan pemangsa jentik seperti cupang dan lainnya.

“Kegiatan fogging ini sebagai tindakan prefentif dalam rangka mencegah penyakit DBD di lingkungan Makodim. Terlebih saat ini sudah memasuki peralihan musim dari hujan ke kemarau dan sangat rawan nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak. Sekalipun saat ini tidak ada kasus DBD di lingkungan Kodim, namun upaya ini kita lakukan untuk pencegahan,” ungkap Sholikin kepada awak media.

Dengan kegiatan fogging tersebut, kata Sholikin, diharapkan seluruh prajurit Kodim Kuningan dan masyarakat sekitar tidak ada yang terkena penyakit DBD. Dia juga berharap, upaya pencegahan DBD pun bisa dilakukan serentak oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mencegah DBD di wilayah Kabupaten Kuningan.

“Caranya dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta menerapkan metode 3M Plus tadi. Terlebih di saat pandemi Covid-19 ini, jangan sampai permasalahan semakin bertambah jika kita diam saja dan membiarkan lingkungan kotor dan nyamuk Aedes Aegypti mewabah,” imbau Sholikin. (fik)

No More Posts Available.

No more pages to load.