Bursa Kerja Khusus, Rekrut Tenaga Kerja

oleh -36 views
Puluhan alumni SMK Karnas mengikuti tes untuk mengisi tenaga kerja pada perusahaan yang berlokasi di Cikarang Timur, kemarin. FOTO : MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN –  Ketika permintaan tenaga kerja di masa pandemi Covid-19 lesu, Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Karya Nasional (Karnas) mampu melaksanakan proses perekrutan, Kamis (13/8). Adapun perusahaan yang telah meminta adalah dari PT Kharisma Gunamakmur yang bergerak di bidang welding berlokasi di Cikarang Timur. Tes ini diikuti 70 alumni SMK Karnas Kuningan.

Berbeda dari biasanya, kali ini proses perekrutan dengan menerapkan sistem protokol kesehatan ketat. Peserta tes harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh dengan alat thermo gun, kemudian memakai hand sanitazer yang sudah disediakan, serta wajib menggunakan masker.

Selain itu, pihak BKK menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun di beberapa titik. Jumlah peserta tes pun dibatasi. Kemudian untuk menghindari kerumunan, tim perekrutan menegaskan agar kandidat datang tidak boleh lebih dari 15 menit sebelum tes dimulai.

Jika sudah mengikuti tahapan tes, kandidat langsung disuruh pulang atau membubarkan diri. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kontak fisik antar sesama kandidat.

Humas SMK Karnas Kuningan Adis Susanto SPd mengatakan, perekrutan ini merupakan agenda rutin. Hal itu sesuai dengan visi misi yang selalu berkomitmen menyalurkan lulusannya ke dunia kerja.

“Pelamar yang lolos selanjutnya akan langsung menjalani tes medical check up dan yang memenuhi syarat akan langsung menjalani training,” kata Adis.

Sementara itu, Kepala SMK Karnas Kuningan Dr H Yepri Esa Trijaka MMPd menyampaikan, pihaknya sudah sejak dulu menjalin kerja sama dengan banyak perusahaan besar, salah satunya adalah proses perekrutan calon tenaga kerja.

“Alhamdulillah sudah banyak tenaga kerja tersalurkan melalui program BKK ini. Mudah-mudahan melalui cara ini menjadi salah satu bentuk partisipasi dan kontribusi kami membantu Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mengurangi angka pengangguran,” kata Yepri. (muh)

No More Posts Available.

No more pages to load.