Bupati-Sekda Pantau Open Bidding, Jabatan Sekwan Harus Koordinasi dengan Pimpinan DPRD

oleh -9 views
Open bidding (2)
PANTAU SELEKSI: Bupati H Acep Purnama dan Sekda Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi memantau pelaksanaan open bidding yang berlangsung di Hotel Horison, kemarin (3/3). FOTO: Agus Panther/Radar Kuningan

KUNINGAN – Pelaksanaan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama yang memasuki tahapan pembuatan makalah, mendapat perhatian dari Bupati H Acep Purnama dan Sekda Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi. Bupati dan sekda datang ke lokasi seleksi yang digelar di Hotel Horison, Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, kemarin (3/3).

Di tempat tersebut, dari 50 peserta seleksi terbuka JPT tahapan pembuatan makalah, satu orang peserta yang tidak hadir karena sakit. Peserta yang tidak ikut pembuatan makalah adalah Dodon Sugiharto SPd MPd, Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata. Dodon dinyatakan lulus untuk posisi Kepala Bappeda, sedangkan pilihan pertamanya adalah Kepala Disporapar, dinyatakan tidak lulus.

Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, Drs H Nurahim MSi membenarkan jika Dodon Sugiharto SPd MPd tidak ikut tahapan pembuatan makalah, meski lulus untuk pilihan kedua yaitu posisi Kepala Bappeda. Dodon menyampaikan alasannya tidak bisa ikut tahapan seleksi yakni soal kesehatan.

“Pak Dodon tidak bisa ikut tahapan seleksi karena sakit. Yang bersangkutan menyampaikan surat keterangan dokter yang berisi pernyataan bahwa dia sakit,” terang mantan Staf Ahli Bupati tersebut kepada Radar Kuningan, kemarin (3/3).

Pelaksanaan open bidding sendiri tak luput dari perhatian Bupati H Acep Purnama SH MH. Bersama Sekda Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pansel Open Bidding, bupati memberikan pengarahan kepada para peserta seleksi terbuka JPT.

“Open bidding ini merupakan sarana yang tepat bagi pejabat eselon III yang ingin promosi. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dengan mengikuti tahapan-tahapan seleksi yang sudah ditentukan. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk promosi,” sebut bupati.

Menurutnya secara umum pelaksanaan open bidding berjalan lancar. Dia memuji kinerja tim pansel yang mampu menyelenggarakan open bidding tanpa hambatan. Padahal ada daerah yang terpaksa harus mengulang open bidding hingga tiga kali. Untuk Kuningan sendiri, pendaftar seleksi terbuka JPT cukup banyak hingga mencapai 53 orang, dan hanya 50 yang dinyatakan lulus ke tahapan selanjutnya.

“Saya kira patut diapresiasi kinerja dari tim pansel. Kebetulan di sini ada Pak Dian selaku ketua tim pansel. Dengan jumlah instansi yang di open bidding kan cukup banyak, pelaksanaannya berjalan mulus. Ini sangat membanggakan,” ujarnya.

Bupati juga tak memungkiri jika sebelum menentukan seseorang dilantik di posisi Sekretaris DPRD (sekwan) harus melalui koordinasi dulu dengan pimpinan dewan. Koordinasi ini akan dilakukan setelah nanti muncul peserta yang masuk tiga besar. “Ada aturannya di mana memang untuk posisi Sekretaris DPRD harus melalui persetujuan pimpinan dewan. Dan kami akan melakukan koordinasi dengan dewan. Itu setelah ditetapkannya peserta seleksi tiga besar untuk posisi Sekretaris DPRD. Sekarang seleksi tetap berjalan seperti biasa, dan yang masuk tiga besar itu adalah yang terbaik,” katanya.

Dari pantauan Radar Kuningan, tahapan pembuatan makalah disambut antusias oleh peserta yang berasal dari berbagai jabatan. Pihak tim pansel memberikan waktu selama 90 menit bagi peserta untuk membuat makalah. Bagi peserta yang lulus untuk dua kode jabatan, maka harus kembali masuk guna membuat makalah di posisi kedua pilihannya. Waktu yang diberikan oleh panitia juga sama yakni 90 menit.

“Waktu 90 pertama bagi peserta yang lulus kode jabatan pilihan satu. Setelah jeda beberapa menit, peserta yang lulus untuk kode jabatan kedua kembali harus membuat makalah sesuai dengan kode jabatan yang dipilihnya,” ungkap Dodi Sudiana SSTP MSi, dari sekretariat tim pansel open bidding.  (ags)

No More Posts Available.

No more pages to load.