Bupati Kecewa Sikap Pedagang, Banyak yang Enggan Ikuti Vaksinasi Masal

oleh -23 views
MINIM PARTISIPASI: Bupati H Acep Purnama tak mampu menahan kekecewaannya lantaran sikap pedagang Pasar Baru Kabupaten Kuningan, yang enggan mengikuti vaksinasi masal, kemarin (12/7).

KUNINGAN – Bupati H Acep Purnama SH MH meninjau langsung kegiatan vaksinasi masal Covid-19 di Pasar Baru Kuningan, Senin (12/7). Program vaksinasi masal ini merupakan kerja sama Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kuningan dengan Gerai Vaksin Presisi Polres Kuningan.

Vaksinasi masal ini sekaligus sebagai momentum Hari Koperasi ke-74 tahun. Dalam satu hari, jumlah yang ditargetkan mencapai 400 orang dari pedagang Pasar Baru Kuningan dan Pasar Rakyat Langlangbuana.

Hanya saja, tingkat kesadaran pedagang pasar untuk divaksin Covid-19 dinilai masih minim. Sebab hanya sekitar 170 orang yang menjalani vaksinasi, itu pun bukan seluruhnya dari warga pedagang pasar.

Kondisi itu pun sempat membuat geram Bupati H Acep Purnama SH MH. Bahkan Bupati Acep meminta, agar jam operasional pasar tradisional dikurangi jika masih banyak pedagang yang enggan divaksin.

“Ini kebetulan bekerjasama dengan Polres Kuningan, kita akan maksimalkan. Walaupun tadi sepertinya masyarakat itu cuek, kalau cuek ya terpaksa, kalau misalnya pedagang yang tidak mau divaksin, aktivitasnya saya berhentikan,” kata Acep.

Dia menjelaskan, tindakan tegas yang bakal dilakukan yakni dengan cara mengurangi jam operasional di pasar tradisional. Hal ini terpaksa dilakukan, jika para pedagang pasar tetap menolak untuk mengikuti vaksin Covid-19.

“Jadi berdagangnya untuk sementara diliburkan atau dikurangi jam operasionalnya,” tegas Acep.

Sementara itu, Kepala Diskopdagperin U Kusmana SSos MSi menambahkan, program vaksinasi masal di lingkungan pasar tradisional menargetkan sebanyak 400 pedagang dalam sehari. Vaksinasi masal ini menyasar tiga pasar tradisional yakni Pasar Baru, Pasar Kepuh dan Pasar Rakyat Langlangbuana.

“Kita hari pertama menyasar Pasar Baru dan Pasar Langlangbuana, targetnya 400 orang pedagang. Mudah-mudahan bisa tercapai, karena memang masyarakat sulit untuk diajak vaksin ini dengan berbagai alasan,” sebutnya.

Pihaknya mengimbau, agar semua pedagang di pasar tradisional ikut serta kegiatan vaksinasi corona karena gratis. Apalagi vaksinasi ini sebagai upaya bersama dalam melawan pandemi Covid-19.

“Pak Bupati sangat tegas, tadi menyarankan kepada saya, dan saya juga menginstruksikan sesuai keinginan Pak Bupati, andai saja para pedagang tidak ikut divaksin, mungkin jam 2 disarankan oleh Pak Bupati ditutup jam operasional di pasar,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Kapolsek Kuningan Kompol Agus Suroso menyebut, jika Polres Kuningan membantu percepatan proses vaksinasi di masyarakat.

“Jadi kita bukan mengundang masyarakat untuk datang ke satu tempat, tapi kita datangi masyarakat. Kita datangi, beri kemudahan pelayanan, termasuk hari ini dengan maksud supaya mereka (pedagang pasar, red) tidak terlalu lama meninggalkan dagangannya,” jelasnya.

Hanya saja, Ia menyayangkan, apabila antusias warga pedagang pasar masih rendah. Padahal beberapa kali dilaksanakan program vaksinasi di tempat lain, antusiasnya luar biasa.

“Tapi untuk pedagang pasar di sini masih cuek-cuekan. Sehingga tadi sempat ada Pak Bupati juga sedikit geram, jika masyarakat tidak mau divaksin, tidak menutup kemungkinan jam operasional pasar ini akan ditutup sementara. Jadi tujuan kami, semakin banyak setiap hari masyarakat yang mau divaksin, harapannya mudah-mudahan bisa segera terbebas dari Covid-19,” pungkasnya.(ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.