Bendungan Kuningan Siap Diresmikan

oleh -31 views
SELESAI DIBANGUN: Bupati Kuningan H Acep Purnama meninjau Bendungan Kuningan untuk memastikan progress pembangunan sudah tuntas dan siap diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

KUNINGAN–Bendungan Kuningan direncanakan bakal diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Waktunya, dijadwalkan pada akhir Juni 2021. Saat ini, kondisi fisik Bendungan Kuningan telah rampung 100 persen. Proyek strategis nasional ini berada di Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan.

Adapun luas Bendungan Kuningan mencapai 284,45 hektare dengan total volume tampungan 25,955 juta meter kubik. Nantinya, air bendungan akan bermanfaat untuk pengairan irigasi dengan total 3.000 hektare lahan pertanian.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kuningan HM Ridwan Setiawan MH MSi mengatakan, proyek Bendungan Kuningan saat ini telah 100 persen selesai dibangun. Bahkan Presiden Jokowi dijadwalkan akan meresmikan Bendungan Kuningan pada akhir Juni 2021.

“Bendungan sendiri sekarang sudah selesai pembangunan fisik 100 persen. Hanya tersisa beberapa pembangunan yang kecil seperti pemagaran, ornamen pintu masuk maupun dinding tebing yang masih perlu diperbaiki,” ungkap Ridwan Setiawan kepada awak media, kemarin (4/6).

Namun secara fisik, lanjutnya, Bendungan Kuningan telah dinyatakan rampung dibangun. Sehingga pada akhir Juni 2021 pintu air di Bendungan Kuningan sudah siap dilakukan penutupan.

“Rencana tanggal 28 Juni ini, nanti dilakukan penutupan saluran buangan oleh Presiden di Bendungan Kuningan. Mudah-mudahan bisa sesuai dengan rencana, sekaligus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya untuk irigasi pertanian,” ungkapnya.

Apalagi khusus wilayah Kuningan timur, kata Ridwan, merupakan daerah yang rawan kekeringan. Sehingga tak jarang banyak warga desa kekurangan air bersih di saat musim kemarau.

“Jadi untuk bisa mengairi 3.000 hektare lahan pertanian, kita akan melanjutkan pembangunan pemanfaatan bendungan tahap berikutnya. Sebab kondisi ketersediaan air di wilayah timur ini memang rawan kekeringan, sehingga kita rencanakan membuat saluran irigasi untuk mencapai target tersebut,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya kini tengah menyelesaikan pembangunan rumah bagi warga terdampak Bendungan Kuningan. Total hunian sebanyak 444 unit rumah akan ditargetkan rampung dalam waktu dua pekan ini.

“Saat ini, masalah yang tersisa masih ada dua bidang tanah milik warga yang belum mencapai kesepakatan di Desa Kawungsari. Antara lain mengenai luasan tanah dan harga, namun sekarang sudah diterjunkan tim untuk mengukur luasan tanah tersebut,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku, akan melakukan negoisasi terhadap penyelesaian pembebasan lahan tersebut. Karena itu, upaya musyawarah terus dilakukan agar kesepakatan bersama dapat tercapai.

“Kalau untuk pembangunan rumah relokasi warga dari Desa Randusari dan Desa Tanjungkerta itu sudah selesai. Sedangkan untuk warga Desa Kawungsari sekarang sedang diselesaikan secara bertahap, 2 minggu ini ditargetkan selesai, sekarang sudah mencapai 65 persen,” tutupnya.(ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.