Belasan Kades Adukan Warga ke Polisi

oleh -8.021 views
para kades arak pelaku ke polsek tat
TOLAK DAMAI: Sejumlah kades enyerahkan Budi warga Babakanreuma ke Polsek Sindangagung, untuk diproses secara hukum

Buntut dari Postingan soal Bansos di Medsos

KUNINGAN – Asal ceplok di medsos, Budi (30) warga Desa Babakanreuma, Kecamatan Sindangagung, harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Pemuda tersebut dijerat UU Informasi Teknologi, karena kicauan medsosnya yang dianggap menghina aparat desa.

Mendengar kicauan medsos Budi, belasan kepala desa se Kecamatan Sindangagung dan luar Sindangagung, berkumpul pukul 20.00 di Kantor Camat Sindang Agung, kemarin. Berusaha dicegah aparat kecamatan, para kepala desa yang terlanjur emosi memilih merangsek ke rumah pelaku, di Desa Babakanreuma.

Budi, yang kebetulan berada di rumah, kaget bukan main. Ia pun diinterogasi kepala desa. Dari bukti screenshot medsos, pelaku tidak bisa mengelak. Permintaan ampun pelaku tidak digubris kepala desa.

Pelaku kemudian diarak bersama ke Polsek Sindangagung, guna dimintai pertanggungjawaban hukum. Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sindangagung Yudi Rikrianto, membenarkan kejadian itu.

“Soal bansos sembako. Mungkin nggak dapat bansos, terus berkicau di Facebook. Isinya menuduh aparat desa, yang telah makan bansos. Mendengar itu, banyak kepala desa nggak terima. Semalam berkumpul, terus menangkap langsung pelaku di rumahnya, Desa Babakanreuma. Pelaku dibawa ke polsek,” tutur Yudi, kepada Radar.

Pelaku menuduh kepala desa memakan terlebih dulu bansos untuk masyarakat. Alhasil, banyak kepala desa tersinggung. Bukan hanya kepala desa se Kecamatan Sindangagung kompak datang, dari luar Kecamatan Sindangagung pun ikut berkumpul membahas kicauan Facebook pelaku. Lalu bersama menangkap pelaku.

“Ditangkapnya sama para kepala desa. Dibawa ke polsek, dari polsek dilimpahkan ke polres. Para kepala desa nggak mau damai,” ujar dia.

Menurut dia, bahasa pelaku bansos sudah pada dimakan kepala desa, berarti bukan hanya kepala Desa Babakanreuma yang kena, tapi bisa seluruh kepala desa se Kuningan. Bahkan se Indonesia.

Ia menganggap wajar emosi para kepala desa, karena mungkin sudah capek mengurusi bansos masyarakatnya dengan hasil tidak sesuai yang diajukan pihak desa. Di sisi lain masih banyak masyarakatnya tidak terbagi bansos protes dan masih banyak masalah lain di tengah pandemi Covid-19, kemudian dituduh pula oleh pelaku di medsos.

“Ini pembelajaran bagi siapa pun, mari bijak lah dalam bermedsos,” imbau Yudi.(tat)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.