Baznas Launching Gerakan Cinta Zakat

oleh -12 views
CINTA ZAKAT: Lima pimpinan Baznas Kuningan foto bersama Bupati, Wabup, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, serta sejumlah agniya, usai kegiatan launching Gerakan Cinta Zakat, di Pendopo Kuningan, kemarin. FOTO:Mumuh Muhyiddin/Radar Kuningan

KUNINGAN-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan, launching Gerakan Cinta Zakat dan Keteladanan Pimpinan dalam Membayar Zakat, di Pendopo Kuningan, Selasa (27/4). Kegiatan launching bertema “Mewujudkan Keteladan Zakat oleh Pimpinan dan Agniya Kabupaten Kuningan” tersebut selaras dengan Visi Kabupaten Kuningan MAJU (Makmur, Agamis, Pinunjul) Berbasis Desa Tahun 2023.

Bupati H Acep Purnama SH MH didampingi Wabup HM Ridho Suganda SH MSi dan Ketua DPRD Nuzul Rachdy SE, secara langsung meresmikan acara launching Gerakan Cinta Zakat dan Keteladanan Pimpinan dalam Membayar Zakat.

Dengan mengeluarkan instruksi Bupati Kuningan Nomor 01 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infak dan Sedekah di Kabupaten Kuningan melalui Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Kuningan (Baznas), Bupati Acep mengimbau untuk memaksimalkan pengumpulan zakat di wilayahnya masing-masing. Hal itu bertujuan agar pendapatan di sektor zakat bisa lebih meningkat.

“Untuk itu, dalam meningkatkan kesadaran mengeluarkan zakat mal bagi umat Islam, perlu kiranya dukungan aktif dari para Unit Pelaksana Zakat di Dinas/Badan/Kantor, Universitas, Koperasi, Organisasi Profesi dan Unit Pelaksana Zakat Sekolah/Madrasah, untuk lebih meningkatkan pendapatannya di sektor zakat mal. Tentunya juga harus saling kontrol dalam meningkatkan perbaikan manajemen Baznas Kabupaten Kuningan agar mampu menampilkan transparansinya kepada publik,” ungkap bupati.

Ke depan, bupati meminta pengurus Unit Pelaksana Zakat di semua tingkatan untuk meningkatkan intensifikasi zakat berdasarkan data-data administratif angka yang belum optimal. Ke depan pula, Baznas lebih transparan kepada publik terkait keuangan dan programnya, sehingga masyarakat lebih menaruh minat dan kepercayaan untuk menitipkan zakat, infak dan sedekahnya.

Kemudian, Ia juga mengimbau kepada ASN dan pegawai BUMD atau BUMN yang telah nisab untuk mengeluarkan zakat profesi harus sesuai dengan ketentuan. Tak terkecuali juga kepada para agniya dari kalangan pengusaha sebagai wujud keteladanan.

“Untuk kesekian kalinya, saya mengajak karya inovatif, kepeloporan seluruh potensi umat Islam, lebih khusus kepeloporan para birokrat di tingkat pimpinan sampai dengan staf, untuk menunjukkan kesungguhannya dalam berzakat dan berinfaq,” imbau Bupati.

“Kemudian menjadikan Bulan Ramadan 1442 Hijriyah ini sebagai bulan gebyar zakat maal para ASN, di mana ukuran atau batasan besarnya zakat itu sebagaimana diatur dalam kaidah agama,” imbuhnya.

Bupati pun berharap, bulan Ramadan 1442 H ini dapat berlangsung khidmat yang ditandai dengan berbagai macam bentuk kegiatan keagamaan, khususnya bagi gerakan gebyar zakat, infaq, dan sedekah yang difasilitasi Badan Amil Zakat di setiap tingkatan, mulai tingkat kabupaten, kecamatan dan Unit Pelaksana Zakat (UPZ) dinas/instansi/badan/kantor dan lembaga pendidikan serta UPZ di desa dan kelurahan.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Kuningan Drs HR Yayan Sofyan MM, melaporkan bahwa pelaksanaan Cinta Zakat tersebut diawali dengan pembayaran zakat oleh Presiden Indonesia, Kamis (15/4). Selanjutnya, Ia juga menyampaikan bahwa Baznas akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam rangka penanganan kemiskinan di Kabupaten Kuningan, sesuai dengan aturan-aturan syariah dan Undang-undang Baznas.

“Dengan shodaqoh dan zakat itu lebih berkah, dengan shodaqoh dan zakat itu lebih tenang, dan bahkan dengan shodaqoh dan zakat harta itu akan terus bertambah, bukan berkurang,” tegas Yayan.

Di tempat yang sama, pimpinan Baznas RI KH Achmad Sudrajat Lc MA, juga menyampaikan bahwa Baznas akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, dalam rangka penanganan kemiskinan di Kabupaten Kuningan.

“Baznas akan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, karena selemah apapun kita jika bersinergi dan kolaborasi pasti akan kuat dan bisa,” ungkapnya.

Gerakan Cinta Zakat tahun ini, lanjut Achmad Sudrajat, menjadi ajakan untuk umat Muslim agar dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan melalui berzakat. Tak hanya itu, Ia juga menyampaikan bahwa program tersebut sejalan dengan pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat.

“Insya Allah, bumi Kuningan akan menjadi contoh kemajuan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (muh/opl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.