Bawaslu Gelar Sekolah Kader Partisipatif Selama Lima Hari

oleh -9 views

KUNINGAN-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kuningan menggelar Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Hotel Ayong Linggarjati Kabupaten Kuningan selama lima hari ke depan (18-22/11).

“Sekolah kader ini sebagai upaya meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pengawasan pemilu,” ungkap Ketua Bawaslu Kabupaten Kuningan Ondin Sutarman SIP.

Menurut Ondin, para peserta yang telah lolos administrasi tahap sebelumnya akan digembleng dengan pengetahuan kepemiluan,  khususnya terkait pengawasan, minimalnya bisa memberikan pendidikan, pengawasan, dan pencegahan pelanggaran di lingkungan keluarganya. “Mereka diberi edukasi agar menjadi sukarelawan pengawas dalam pemilu serta agen pengawas pemilu untuk peningkatan nilai demokrasi,” terangnya.

Ondin berpesan kepada peserta sekolah kader pengawasan partisipasi agar lebih banyak mengenyam wawasan tentang pemilu. Sehingga bisa memberikan pendidikan di masyarakat dalam rangka pencegahan pelanggaran Pemilu.

Ditambahkan Kepala Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif Abdul Jalil Hermawan, M.Ikom mengatakan, tujuan pengawasan partisipatif adalah untuk mencegah terjadinya konflik, mendorong partisipasi publik, membentuk karakter dan kesadaran politik masyarakat, serta menjadikan Pemilu bermartabat dan berintegritas.

“Oleh karena itu, kami mengharap masyarakat Kabupaten Kuningan ikut berperan mensukseskan setiap pelaksanaan Pilkada maupun Pemilu yang akan datang. Dengan dilaksankannya Sekolah Kader Partisipatif dapat terjalin komunikasi yang baik dalam melakukan pengawasan pemilu,” katanya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Jawa Barat, Lolly Suhenty yang memberikan materi dalam kegiatan tersbut berpesan. Kader kader pengawasan akan memberikan dampak positif dalam menjaga jalannya pesta demokrasi yang akan datang.

Peningkatan peran aktif masyarakat dalam melakukan pesta Demokrasi harus dilaksanakan dengansebaik baiknya, terlebih saat ini adalah jaman milenial dimana semua isu sangat cepat beredar di masyarakat. “Tugas dan fungsi para siswa kader pengawasan partisipatif harus berperan aktif dalam penggunaan media sosial karena isu atau berita hoax yang beredar dapat menciderai tercapinya demokrasi yang baik,” kata Lolly. (muh)

No More Posts Available.

No more pages to load.