Banyak Kolam Ikan Gapoktan Terbengkalai

oleh -34 views
Dua pimpinan DPRD Kabupaten Kuningan sidak ke Balai Benih Ikan (BBI), Senin (27/1). FOTO:TATANG ASHARI/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Wakil Ketua DPRD Kuningan H Ujang Kosasih inspeksi mendadak (sidak) ke Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP), Senin (27/1). Koordinator Komisi II DPRD Kuningan, yang juga politisi PKB tersebut didampingi politisi PAN H Uba Subari.

Tiba sidak pukul 11.00, membuat Kepala DPP H Dodi Nurochmatudin, Kabid Perikanan Deni Rianto, Kepala BBI Indrayasa beserta jajaran buru-buru ke lokasi. Di tengah diskusi, tiba Wakil Ketua DPRD H Dede Ismail, yang juga politisi Partai Gerindra. Mereka kompak mengangkat isu strategis Swasembada Ikan Kuningan Tahun 2023.

Ujang mengakui mendapat laporan dari Komisi II banyak kolam ikan milik Gapoktan hasil bentukan DPP terbengkalai. Ia pun sempat membuktikan meninjau beberapa lokasi di desa. “Kita tidak mau berbicara ini salah siapa. Mari kita bicara sekarang dan ke depan. Kolam-kolam terbengkalai itu, bisa diberdayakan,” ungkap Ujang.

Ia melihat persoalan cukup serius dalam optimalisasi BBI sebagai pemilik kewenangan. Seperti jumlah personel, sumber daya manusia dan lain-lain. Maka pemkab harus memperhatikan penambahan pegawai di BBI. Pihak BBI juga harus menjalin kerja sama dengan pihak swasta agar optimalisasi produksi perikanan setiap tahun tercapai. Target Swasembada Ikan Tahun 2023 juga bisa sesuai harapan. “Bisa kerja sama dengan Kadin, atau PDAU contohnya,” sebut Ketua DPC PKB Kuningan itu.

Dede Ismail mengakui anggaran operasional BBI masih minim, berkisar hanya Rp40 juta. Sehingga untuk memperbaiki kolam-kolam rusak ringan dan rusak berat cukup kesulitan. Sebab anggaran murni APBD 2020 sudah ketok palu, Ia berjanji ke depan akan mendorong peningkatan operasional BBI. “Sekarang kan sudah ketuk palu, jadi insya Allah ke depan saya bantu. Bila perlu, saya paksa harus meningkat,” tegas Dede.

Ia memberi banyak trik optimalisasi produksi perikanan, mulai pembibitan, pembenihan hingga pembesaran. Terutama agar pengelola perikanan tidak terlalu terbebani oleh biaya besar pakan. Kepemilikan mesin pakan BBI, juga harus segera kembali dioperasionalkan. Sehingga beban pakan ikan terutama di BBI bisa terkurangi. “Kendala produksi pakan, paling ada pada tepung ikan. Kita bisa minta drop tepung ikan dari Gebang, Cirebon. Nanti saya bantu koordinasikan,” janji politisi Gerindra asal Desa Bandorasa Wetan itu.

Kepala DPP H Dodi Nurocmatudin menyambut baik seluruh ide kedua pimpinan DPRD Kuningan itu. Apalagi ide kerja sama itu sesuai dengan fungsi BBI, yang bukan hanya pembenihan melainkan juga pendidikan. (tat)

No More Posts Available.

No more pages to load.