Atlet Dayung Digenjot Latihan Hadapi BK Porda

oleh -18 views
GENJOT LATIHAN: Menghadapi Babak Kualifikasi (BK) Porda Jabar, sejumlah atlet cabor dayung terus mengasah kemampuan dengan berlatih di kawasan Waduk Darma.

KUNINGAN–Menghadapi Babak Kualifikasi (BK) Porda Jabar, sejumlah atlet cabor dayung terus mengasah kemampuan dengan berlatih di kawasan Waduk Darma Kuningan. Kegiatan ini telah dijalani para atlet sejak September 2020.

Bahkan latihan yang selama ini dilakukan, masih dianggap belum cukup. Karena untuk mempersiapkan atlet yang matang dalam cabor dayung, harus betul-betul menguasai segala teknik-teknik dasar hingga mental kuat dalam setiap pertandingan.

“Iya kita latihan untuk persiapan BK Porda Jawa Barat pada Desember 2021. Khusus atlet dayung lokasinya di Situ Cipule Karawang,” kata seorang Atlet Dayung Kuningan, Sunandar Nurwenda kepada awak media, kemarin (12/4).

Dia mengaku, jumlah atlet dayung yang dipersiapkan bertanding di BK Porda Jabar sementara ada 4 orang. Sedangkan jumlah atlet yang rutin mengikuti latihan ada sebanyak 7 orang.

“Kalau yang sudah siap dan matang itu 4 orang, namun kita saat latihan ada 7 orang untuk melihat potensinya seperti apa. Apabila ada yang sudah terlihat siap lagi, maka bisa ikut di Porda nanti,” ucapnya.

Adapun nomor pertandingan yang akan diikuti yakni kayak dan kano. Dari 2 nomor pertandingan itu, ada yang mengikuti secara double dan single.

“Kalau nama atletnya itu ada Sunandar Nurwenda, Muhammad Aditya Wijaya, Opin dan Dodi. Kemudian atlet perempuan ada 3 orang yakni Ita, Ainun dan Dita. Mereka statusnya adalah pelajar dan mahasiswa,” sebutnya.

Sejauh ini, lanjutnya, persiapan yang penting ditanamkan pada setiap atlet adalah mental juara. Jika mental itu kuat, maka para atlet akan fokus dan tentang saat menjalani pertandingan.

“Pertama itu mental harus kuat, sebab sebagian besar atlet dayung ini baru pertama kali untuk terjun di Porda. Selanjutnya teknik-teknik dasar untuk menyeimbangkan diri saat di atas perahu, setelah itu baru teknik mendayung,” ucapnya.

Dia mengaku, persiapan latihan ini sudah dimulai sejak September 2020. Walaupun pertandingan terbilang masih lama pada Desember 2021, justru sisa waktu yang ada masih dirasa kurang.

“Bagi kita waktu latihan ini kurang lama, sebab dayung itu kan tidak cukup hanya 1 tahun, bisa sampai 4 tahun agar atlet benar-benar matang,” ujarnya.

Saat ini, Ia berharap, agar ada perhatian khusus dari pemerintah daerah terkait fasilitas penunjang untuk latihan. Misalnya saja bisa memberikan beberapa unit perahu yang dibutuhkan seperti perahu double kayak dan perahu double kano.

“Kita ada perahu 3 buah, tapi yang satunya bagian sirip sudah rusak. Semoga ada perhatian lebih untuk menyediakan perahu yang dibutuhkan agar menunjang latihan para atlet,” tutupnya.(ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *