Angka Kriminal dan Lakalantas di Kuningan Turun, Kasus Narkoba Justru Meningkat

oleh -31 views
rilis-akhir-tahun-polres
Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik didampingi Waka Kompol Jaka Mulyana dan para kasat menyampaikan rilis akhir tahun kinerja Polres Kuningan kepada awak media di Aula Wira Satya Pradhana (WSP), kemarin (30/12). Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Angka kriminal dan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kuningan selama kurun waktu 2020 ini mengalami penurunan dibanding tahun 2019 lalu. Diyakini, masa pandemi Covid-19 yang berlangsung selama satu tahun menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik dalam rilis akhir tahun kinerja Polres Kuningan di Aula Wira Satya Pradhana (WSP) Mapolres Kuningan, Rabu (30/12).

Disebutkan Lukman, jumlah kasus tindak pidana yang ditangani oleh Sat Reskrim dan Sat Narkoba Polres Kuningan selama tahun 2020 sebanyak 207 perkara.

Jumlah tersebut mengalami penurunan 40 persen atau 136 kasus dibandingkan tahun 2019 sebanyak 343 perkara. Terdiri dari kejahatan konvensional seperti curanmor, curas dan curat serta tindak kriminal lain selama tahun 2020 sebanyak 173 perkara, mengalami penurunan 111 kasus dibanding tahun sebelumnya yang mencapi 284 perkara.

Sementara kasus kejahatan narkoba pada tahun 2020 sebanyak 33 perkara. Mengalami penurunan dua kasus dibanding tahun lalu yang mencapai 35 kasus.

“Hanya saja jumlah tersangka kasus narkoba mengalami peningkatan, tahun ini mencapai 53 orang sedangkan tahun lalu sebanyak 41 orang. Sedangkan kasus tindak pidana korupsi, kami masih mendalami satu kasus dengan terlapor seorang kepala desa dan statusnya masih sebagai saksi,” ungkap Lukman kepada awak media.

Adapun terkait keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas), Lukman mengatakan, jumlah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama tahun 2020 ada 128 kejadian. Jumlah tersebut mengalami penurunan hingga 43 persen atau 67 kejadian dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 195 kejadian.

“Masa pandemi Covid-19 ternyata cukup berdampak terhadap angka kriminalitas dan juga kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kuningan. Sejumlah pembatasan dalam rangka pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19 memaksa masyarakat lebih banyak di rumah, pelajar yang biasa berangkat ke sekolah mengendarai motor kini harus belajar secara daring dari rumah, sehingga praktis aktivitas lalu lintas pun berkurang. Alhamdulillah, angka kecelakaan pun turun cukup signifikan hingga 43 persen dibanding tahun lalu,” ujar Lukman didampingi Waka Kompol Jaka Mulyana dan para Kasat.

Hanya saja, Lukman menyayangkan penurunan jumlah kasus kejahatan narkoba ternyata tidak selaras dengan jumlah tersangka yang malah mengalami peningkatan. Lukman menduga, hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi pandemi yang berdampak pada sektor ekonomi.

Sehingga membuat sebagian kalangan memilih jalan pintas mendapatkan uang dengan menjalani bisnis haram menjual narkoba. Bahkan ada pula oknum masyarakat yang memanfaatkan kelengahan petugas yang tengah fokus menangani pandemi malah asyik mengonsumsi narkoba.

“Terbukti, salah satu kasus menonjol yang berhasil kami ungkap, yaitu penangkapan dua PNS dan satu manajer rumah makan karena kasus penyalahgunaan narkoba pada awal Desember lalu. Salah satu alasan mereka mengonsumsi narkoba pun ternyata karena tak mau tertular Covid-19. Sangat ironis,” ujarnya.

Kejadian menonjol lainnya selama tahun 2020, lanjut Kapolres Lukman, adalah kasus pembunuhan dan pencurian di Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin serta perampokan rumah bos Aneka Sandang di Desa Pangkalan, Kecamatan Ciawigebang.

Para pelaku, kata Lukman, berhasil ditangkap dalam kurun waktu tidak terlalu lama dan kini semuanya sudah disidangkan dan menjalani masa tahanan di Lapas Kuningan.

Terkait prediksi perkembangan gangguan kamtibmas tahun 2021, Lukman mengatakan, telah melakukan pemetaan dan sejumlah strategi penanganannya. Di antaranya pelaksanaan pemilihan kepala desa pada Oktober 2021 di 85 desa.

Lonjakan harga akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat dan potensi permainan para spekulan menimbun sembako dan memanipulasi harga sembako sehingga dapat meresahkan masyarakat.

Permasalahan lainnya adalah penanganan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Desa Manis Lor Kecamatan Jalaksana, kejahatan konvensional seperti curas, curat dan curanmor R2 maupun R4, hingga ancaman terorisme dan ajaran radikal masih berpotensi terjadi.

“Untuk langkah dan upaya antisipasinya, kami akan optimalkan segenap sumber daya internal dan eksternal Polri, melakukan deteksi dini, mengutamakan tindakan preemtif dan preventif serta melakukan penegakan hukum dengan tegas dan humanis berdasarkan prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku serta menghormati hak asasi manusia (HAM). Dalam menghadapi situasi kamtibmas di tahun 2021, saya selaku Kapolres Kuningan mengucapkan terima kasih atas kerja samanya kepada TNI, pemda serta seluruh masyarakat Kuningan yang telah mendukung, sehingga di tahun 2020 situasi kamtibmas di Kabupaten Kuningan aman dan terkendali,” pungkas Lukman. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *