Aneh, Ketua DPRD Tak Tahu Pokir

oleh -33 views
Capt : Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy mengaku tidak tahu soal anggaran Pokir DPRD. Ia menyebut yang ada adalah aspirasi, dan itu pun ranahnya di SKPD. FOTO : MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN – Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy SE, rupanya gerah dengan adanya pembicaraan publik soal Pokir (Pokok-pokok pikiran) anggota dewan. Anehnya ia mengaku tidak tahu apa itu Pokir saat berbincang dengan sejumlah media di DPRD, Kamis (26/12).

“Pokir itu apa? Bukan ranah saya untuk berbicara Pokir. Pukar Pokir, apa dulu Pokir itu? Saya juga gak tahu,” kata Nuzul Rachdy bernada tinggi.

Sikap Nuzul itu pun langsung ditimpal oleh pengamat politik Sujarwo atau Mang Ewo yang kala itu juga terlibat dalam perbincangan soal Pokir. Tanpa ragu lagi, Mang Ewo menyebut ada anggaran Pokir untuk anggota DPRD sebesar Rp500 juta, anggota Banggar Rp750 juta, Wakil Ketua DPRD Rp1 miliar, dan Ketua DPRD Rp1,5 miliar.

“Itu (besaran pokir, red) yang sahnya. Yang nyalip di tikungan lain lagi itu. Kita kan penyalip di tikungan, kaya Rossi,” sindir Mang Ewo sambil tertawa lepas.

Atas sindiran Mang Ewo itu, Zul, sapaan akrabnya, langsung membantah jika tidak ada anggaran Pokir di DPRD. Ia malah meminta wartawan untuk menggali informasi tersebut melalui salah satu anggota DPRD dari Fraksi Gerindra-Bintang, Sri Laelasari.

“Gak ada informasi itu (anggaran Pokir, red) ah. Nanyanya ke Ibu Sri. Kalau mau narasumber ya sok aja ke sana (Sri Laelasari, red),” ucap Zul.

Namun demikian, Zul akhirnya menjelaskan terkait salah satu kewajiban anggota dewan, yakni menyerap aspirasi masyarakat. Sehingga dewan itu mempunyai hak sesuai dengan sumpah jabatan anggota dewan, bahwa anggota DPRD itu berkewajiban memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Sumpah anggota DPRD di depan Ketua PN. Jadi, DPRD ini harus memperjuangkan aspirasi, karena selain tiga fungsi DPRD itu melekat fungsi keterwakilan, fungsi representasi, dimana dewan itu harus berfungsi sebagai wakil rakyat,” jelas Zul mulai menanggapi sedikit demi sedikit soal bola liar anggaran Pokir anggota DPRD.

Saat anggota dewan turun ke desa dalam kegiatan reses seperti yang baru dilaksanakan beberapa waktu lalu, kata Zul, hal itu dalam rangka menyaring aspirasi masyarakat. Maka hasil dari menyaring aspirasi masyarakat itu akan disampaikan dalam paripurna, untuk kemudian dirancang sebagai aspirasi dewan.

“Anggaran untuk aspirasi gak ada. Kita sampaikan di Pemda itu kan ada SKPD, aspirasinya seperti apa. Datang ke saya ada RT, ada RW, ada Kades, Pak saya ingin membangun jalan. Oke kita aspirasikan melalui SKPD. Jadi, gak ada persoalan. Untuk besar kecilnya anggaran aspirasi dewan, ya diserahkan kepada SKPD dong. Gak ada intervensi dari DPRD. Legal standingnya ada di APBD. Tidak ada di APBD itu menyebut Pokir, Pokar Pokir, gak ada. Kan kita bicara legal standing,” terangnya.

Disinggung terkait adanya porsi anggaran Pokir yang berbeda antara pimpinan, Banggar dan anggota, menurutnya anggota dewan dalam volume kunjungannya berbeda-beda, sehingga aspirasinya pun berbeda-beda. Aspirasi disampaikan bermacam-macam, tidak hanya di infrastruktur, namun ada juga di bidang pemberdayaan, dan yang lainnya.

“Jadi, gak ada porsi-porsinya. Itu (Soal anggaran ada yang 1 miliar, 750 juta dan 500 juta, red) hanya isu, karena yang menentukan itu SKPD. Per anggota berapa program aspirasi itu bebas, sepanjang ada ketersediaan anggaran. Jadi, tidak ada porsi,” ujarnya.

Dalam obrolan itu, terdapat Ketua LSM Gerakan Rakyat Marjinal (Geram), Rudi M. Menurutnya, jika memang tidak ada porsi-porsi anggaran aspirasi dewan yang saat ini berkembang, dan di kemudian hari ternyata ditemukan, ia meminta agar pimpinan DPRD bersedia untuk membedah anggaran Pokir secara tuntas dan terbuka untuk umum.

“Kalau ternyata kemudian ini ditemukan, mungkin kami nanti ada sikap lanjutan. Saya dari Ketua LSM Geram, nanti kami ingin beraudiensi dengan Ketua, kita bedah mengenai aspirasi Pak. Nanti kita agendakan bedah aspirasi sama pimpinan langsung, kalau bisa sama anggota, dan terbuka untuk umum,” tantang Rudi disambut kata siap dari Nuzul Rachdy. (muh)

No More Posts Available.

No more pages to load.