Acep Pantau Pos Check Poin

oleh -11 views
PANTAU CHECK POINT: Bupati H Acep Purnama SH bersama unsur forkopimda memantau langsung situasi di posko check point yang tersebar di lima titik

KUNINGAN – Bupati H Acep Purnama SH bersama unsur forkopimda memantau langsung situasi di posko check point yang tersebar di lima titik. Hal ini untuk memastikan kesiapan petugas gabungan saat pemberlakuan larangan mudik maupun Operasi Ketupat Lodaya 2021.

Saat melakukan pemantauan lapangan, Bupati Acep berkesempatan memberi arahan maupun bantuan logistik bagi petugas di lapangan. Adapun titik pos check point yang pertama disambangi yakni Posko di kawasan Tamkot Kuningan.

Selanjutnya rombongan Bupati Kuningan bertolak ke Pos Cidahu tepatnya di Desa Mekarjaya. Tiba di Pos Cidahu, Acep memberikan bantuan logistik dan masker kepada warga yang kedapatan tidak memakai masker saat di perjalanan.

Kemudian Bupati bersama rombongan melaju ke pos titik yang berada di Pasar Ciawigebang. Disana, Bupati Acep melihat situasi dan kondisi di area Pasar Ciawigebang.

Setelah itu, rombongan langsung meluncur ke pos jaga di Tugu Ikan Sampora. Beberapa petugas terlihat tengah melakukan pemeriksaan setiap kendaraan yang masuk ke Kuningan.

“Adanya pemberlakukan larangan mudik, kita akan terus melakukan monitoring dan evaluasi. Artinya, petugas akan terus melihat dan memantau setiap pengemudi kendaraan yang masuk ke Kuningan melalui posko check point di perbatasan,” kata Acep kepada awak media, kemarin (6/5).

Menurutnya, setiap pengendara yang melintas, sesuai dengan anjuran pemerintah soal data adiministratif yang harus dilengkapi, maka perlunya menyertakan surat jalan penugasan atau surat keterangan bebas Covid-19. Namun khusus warga di Ciayumajakuning hanya perlu menunjukan ID Card, serta bagi pegawai swasta dan pemerintah tetap diharapkan menunjukan surat tugas dari tempatnya bekerja.

“Sehingga petugas di lapangan tetap ada pemeriksaan seperti pemeriksaan suhu badan. Apabila ditemukan suhu badan yang tinggi, disini sudah menyediakan pemeriksaaan awal apabila harus dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit terdekat,” ucapnya.

Hal itu, lanjut bupati, sebagai langkah persuasif petugas sehubungan dengan pemberlakuan dan pembatasan kegiatan di masyarakat.

“Kami pemerintah daerah beserta TNI dan Polri, mohon dukungannya dari seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan. Karena apa yang kami lakukan ini, semata-mata untuk kebaikan bersama serta keselamatan bangsa dan negara yang kita cintai,” ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan, permohonan maaf kepada masyarakat. Semoga kebijakan yang dilakukan dapat dimaklumi bersama.

“Kami dengan serius berusaha mencegah penyebaran Covid-19, disisi lain kami tetap mengawal laju pertumbuhan ekonomi yang dinamis.  Hanya satu yang kami minta kerja sama yang baik, serta minta dukungan kepada seluruh masyarakat termasuk pengusaha parawisata, tolong terapkan protokol kesehatan dan terapkan ketentuan bahwa pemberlakuan kapasitas ruangan hanya 50 persen,” tutupnya.(ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.