Acep Ajak Warga Lestarikan Seni Budaya Daerah

oleh -2 views
LESTARIKAN BUDAYA. Bupati H Acep Purnama SH MH mengajak masyarakat untuk merawat dan melestarikan seni budaya daerah.

KUNINGAN – Bupati H Acep Purnama SH MH mengajak masyarakat untuk merawat dan melestarikan seni budaya daerah. Hal ini diungkapkan Bupati Acep, saat menghadiri pagelaran seni tradisional sewilayah Kuningan di kawasan Hotel Purnama Mulia Cigugur, Kuningan, kemarin (16/9).

Tak hanya menyuguhkan beragam kesenian tradisional, beberapa hasil karya seni seperti keris juga mewarnai kegiatan tersebut. Termasuk pemberian uang pembinaan bagi pegiat seni di Kabupaten Kuningan.

Hadir langsung Sekretaris Disdikbud Kuningan H Muhamad Mutofid SH MT, Kabid Kebudayaan Disdikbud Emup Muflihudin, pamong budaya, serta komunitas seni budaya dan sanggar sewilayah Kuningan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Acep berharap agar sanggar atau komunitas kesenian semakin meningkatkan mutu dan inventarisasi semua budaya yang ada di Kuningan. “Hayu urang nanjrengkeun seni jeung tradisi kolot urang pikeun Kuningan Maju (Makmur, Agamis, Pinunjul) berbasis Desa tahun 2023,” kata Acep menggunakan bahasa Sunda.

Tak lupa, dirinya berpesan, agar para pegiat seni selalu meningkatkan kualitas diri sebagai seniman budayawan. Sehingga menjadi manusia pinunjul dalam segala hal, khususnya pada bidang berkesenian dan berkebudayaan.

“Jadilah setiap orang berkepribadian dalam kebudayaan sesuai pesan Bung Karno. Agar dapat melihat keadaan saat ini dan yang akan datang, sehingga mampu menjawab atau memecahkan problematika sosial yang dihadapi bangsa Indonesia sekaligus membentuk character building setiap anak bangsa,” ungkapnya.

Menurutnya, Kabupaten Kuningan kaya dengan berbagai aspek kesenian dan kebudayaan yang tersebar di berbagai daerah. Oleh sebab itu, wajib bagi semua masyarakat agar bisa menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah.

“Kita menyadari bahwa Kabupaten Kuningan begitu kaya akan berbagai aspek kesenian dan kebudayaan yang tersebar di lapisan masyarakat seperti kesenian tradisional, ritus, cigowong, benta-benti, calung, angklung, karinding, nutu ambu dan yang lainnya. Nah itu semua memerlukan urug rembug kita untuk menjaga terutama di kebudayaan masyarakat Kuningan tercinta ini,” tutupnya.(ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.