65 Napi Positif Covid-19

oleh -7 views
ISOLASI DI LAPAS: Kepala Lapas Kuningan Gemelar Budirahayu menyebutkan bahwa 65 napi yang terkonfirmasi positif Covid-19 tengah menjalani isolasi mandiri di ruang tahanan masing-masing. FOTO: M taufik/radar kuningan

KUNINGAN – Sebanyak 65 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Lapas Kuningan Gemelar Budirahayu membenarkan hal tersebut. Kini seluruh narapidana (napi) yang terkonfirmasi tengah menjalani isolasi mandiri di ruang tahanan masing-masing. Dijelaskan Gumelar, temuan 65 napi yang terpapar merupakan hasil tes swab PCR sepekan yang lalu.

“Awalnya pada tanggal 18 Juni lalu, ada salah satu napi yang mengalami sakit dengan gejala demam. Kemudian yang bersangkutan kita lakukan swab antigen dan hasilnya reaktif Covid-19,” ungkap Gumelar kepada Radar melalui sambungan telepon, kemarin (1/7).

Atas temuan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Kuningan yang langsung ditindaklanjuti tracing terhadap warga binaan lain yang pernah berkontak erat dengan pasien tersebut. Dari tujuh orang yang ditracing, hasilnya ada lima yang positif.

“Dari temuan tersebut, kembali dilakukan tracing terhadap para napi yang berkontak erat dan hasilnya baru keluar hari ini ada 65 warga binaan yang dinyatakan positif. Tapi alhamdulillah, semuanya dalam kondisi sehat alias tanpa gejala,” ujar Gumelar.

Lebih lanjut, pihaknya langsung memberlakukan lockdown kawasan Lapas Kuningan sejak awal kemunculan kasus Covid-19. Bahkan, sebelum ada hasil swab PCR keluar pun pihaknya telah mengisolasi mereka kemudian memberikan suplemen dan vitamin untuk menjaga imunitas agar tetap sehat dan fit.

“Setiap pagi kalau cuaca cerah para WBP yang pernah berkontak dengan yang positif Covid-19 diwajibkan berjemur. Tempatnya terpisah dengan yang lain, dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, yakni rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan memakai masker,” papar Gumelar.

Terkait awal mula masuknya virus Covid-19 ke lingkungan Lapas Kuningan, ia menduga berasal dari salah satu pegawai lapas yang kemudian menularkannya ke penghuni lapas yang lain. “Karena sejak setahun lebih kami tidak lagi memberlakukan besuk bagi keluarga WBP. Kalaupun dibolehkan menitipkan makanan, sebelumnya harus menjalani pemeriksaan ketat petugas termasuk dilakukan penyemprotan disinfektan. Kemungkinan penularannya dari pegawai kami. Yang terpenting saat ini semua yang terkonfirmasi dalam kondisi sehat tanpa gejala yang mengkhawatirkan dan tengah menjalani masa isolasi dalam pengawasan tim medis. Semoga secepatnya bisa pulih dan hasil swab berikutnya semua negatif,” pungkasnya. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.