226 Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Kuningan Diwisuda

oleh -204 views
Prosesi upacara wisuda sarjana STKIP Muhammadiyah Kuningan, di Horison Tirtasanita Hotel Kuningan, Selasa (17/11). FOTO : MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN
Prosesi upacara wisuda sarjana STKIP Muhammadiyah Kuningan, di Horison Tirtasanita Hotel Kuningan, Selasa (17/11). FOTO : MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kuningan, telah menggelar wisuda sarjana VIII. Acara berlangsung di Horison Tirtasanita Hotel, Selasa (17/11).

Sebanyak 266 wisudawan yang terdiri dari PGSD sebanyak 116 orang, PBSD 25 orang, PG Paud 15 orang, PJKR 85 Orang, PMTK 7 orang serta PTIK 18 orang. Acara tersebut dihadiri beberapa undangan penting, seperti Bupati H Acep Purnama SH MH, Kepala LLDIKTI Wilayah Jawa Barat Prof Uman Suherman MPd, Pimpinan Majelis DIKTI Litbang PP Muhammadiyah, para Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat serta tamu undangan lainya.

Dalam sambutanya Ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan Nanan Abdul Manan MPd mengatakan, momentum wisuda merupakan rangkaian akhir dalam perjalanan akademik program sarjana. Proses yang diawali di semester pertama hingga diakhiri hari itu, merupakan perjalanan yang tidak mudah, perjuangan yang tidak ringan dan pengorbanan yang tidak sedikit.

Semua proses itu, kata Nanan, dilalui semata-mata untuk Tholabul Ilmi atau mencari ilmu sesuai dengan perintah Allah SWT. Tanpa ada perintah mencari ilmu itu, tentu upaya dan jerih payah selama bertahun-tahun di STKIP Muhammadiyah Kuningan hanya sebatas pekerjaan yang sia-sia belaka.

“Maka dari niat karena Allah ini, kita berada dalam kekuatan lahir dan bathin hingga hari berbahagia ini. Upacara wisuda kali ini sungguh berbeda dengan wisuda sebelumnya. Di tengah era pandemi covid-19 melanda, dengan segala perubahan yang terjadi secara tiba-tiba, perubahan regulasi akademik yang memaksa kita, Alhamdulillah kita secara perlahan beradaptasi dengan keadaan ini,” kata Nanan.

Survival dan adaptable, kata dia, merupakan pilihan yang niscaya dalam hidup ini. Ketika kemaren sore baru mendengar dan mengenal tentang hingar bingar isu revolusi Industri 4.0, disusul dengan RI 5.0 dengan segala peristilahan disrupsinya, peristiwa pandemi covid-19 telah mengajak dan memaksa semua untuk menemukan formula baru yang sama sekali belum pernah terbayangkan dan terprediksi, namun tetap harus ditemukan gaya hidup baru itu.

Perubahan yang dipaksa oleh pandemi covid-19, menurut Nanan, merambah pada semua lapisan kehidupan masyarakat, tak terkecuali di level pendidikan, mulai usia dini, dasar, menengah dan perguruan tinggi. Sehingga, harus menemukan rumus kehidupan baru yang bisa menjadikan diri untuk bisa beradaptasi dalam kondisi saat ini.

Mengacu kepada visi STKIP Muhammadiyah Kuningan, lanjut Nanan, yakni Unggul dalam pendidikan, teknologi dan kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Maka, integrasi antara pendidikan, teknologi dan kewirausahaan menjadi sebuah kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa maupun lulusan STKIP Muhammadiyah Kuningan.

Kompetensi pedagogi merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh mahasiswa STKIP Muhammadiyah Kuningan. Sebagai perguruan tinggi yang konsen dalam pendidikan. STKIP Muhammadiyah Kuningan mendeklarasikan diri sebagai kampus pencetak para pendidik profesional di bidang TIK, bidang olahraga, bidang matematika, bidang PAUD, bidang bahasa dan sastra sunda dan bidang Guru SD.

“Masing-masing bidang tersebut dirancang dan dikembangkan menjadi keunggulan dalam bidang pendidikan,” ujar Nanan.

Prestasi besar tahun ini, kata dia, telah diraih dan sedang dijalankan programnya adalah Hibah Program Pendidikan Jarak Jauh/PJJ untuk prodi PTIK, 2 Proposal Hibah Penelitian Kerjasama Perguruan Tinggi, bertambahnya 3 Doktor baru, 4 prodi mendapatkan Hibah program Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PTIK, PMTK, PGPAUD, PGSD), 6 Proposal Hibah Penelitian Dasar Pemula, dan terpilihnya 12 mahasiswa untuk mengikuti program Kampus Mengajar Perintis di era Covid-19.

“Dan yang tidak kalah luar biasa lagi, kita akan menyelenggarakan hajat besar di tanggal 25 November ini, yaitu 1st Kuningan International Conference dengan jumlah peserta yang terdaftar seluruh Indonesia telah mencapai 215,” papar Nanan.

Senada dengan Nanan, Kepala LLDIKTI Wilayah Jawa Barat Prof Uman Suherman dalam sambutanya mengatakan, STKIP Muhammadiyah merupakan salah satu kampus dengan tata kelola yang baik. Karena menurutnya, kampus STKIP Muhammadiyah Kuningan selalu Concern dalam bidang pendidikan, sehingga pendidikan menjadi unsur utama dalam kehidupan sampai kapanpun.

“Sebuah bangsa yang berkualitas tidak mungkin melebihi kualitas pendidikannya,” tutur Prof Uman.

Dari 266 wisudawan STKIP Muhammadiyah tahun ini, sedikitnya ada 6 orang dengan mendapatkan predikat dengan lulusan terbaik. Mereka adalah Diana Septiani dari PGSD dengan IPK 3,86 , Edwin Ramadan dari PBSD dengan nilai IPK 3,77, Melawati dari PG Paud dengan nilai IPK 3,69, Ade Romdon Bachtiar dari PTIK dengan nilai IPK 3,68, Aas Muhaiminah dari PMTK dengan nilai IPK 3,86, Muhammad Khalid Yusup dari PJKR mendapat nilai IPK 3,76.

Salah seorang wisudawan berprestasi, Aas Muhaiminah, mengatakan rasa bangganya karena telah menjadi bagian dari STKIP Muhammadiyah Kuningan. Ia juga mengucapan terima kasih kepada civitas akademik STKIP Muhammadiyah yang telah membentuk dan membimbing dirinya.

“Saya juga bangga terhadap kedua orang tua yang telah menjadikan seperti sekarang. Semoga ilmu yang kami dapatkan bisa bermanfaat,” harap Aas.

Sementara itu, Pimpinan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyahyang, yang kala itu diwakili Prof Dr Edy Suandi Hamid, mengucapkan selamat kepada segenap Pimpinan dan Civitas Akademik STKIP Muhammadiyah Kuningan, yang telah sukses melakukan pengelolaan input dengan baik dari tahun ke tahun. Bahkan tahun ini telah meluluskan sebanyak 266 sarjana.

Edy juga menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua wali yang sudah mengorbankan tenaga dan morilnya, sehingga bisa mengantarkan putra dan putrinya menjadi lulusan terbaik STKIP Muhammadiyah.

“Saya berpesan, gapailah ilmu sampai akhir hayat, toga wisuda hanya sebagai symbol saja, karena tantangan kehidupan nyata jauh lebih berat,” pesannya. (muh)

No More Posts Available.

No more pages to load.