oleh

Program Three in One Tekan Angka Pengangguran

KUNINGAN–Wakil Bupati HM Ridho Suganda SH MSi melepas 15 peserta program 3 in 1 (Three in One) yang digagas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kuningan. Pelepasan peserta program Three in One angkatan pertama ini, disaksikan langsung Kepala Disnakertrans Drs Ucu Suryana MSi di Gedung Graha Wisesa kantor dinas setempat, kemarin (19/11).

Hadir pada acara tersebut, para orang tua peserta dan sejumlah tamu undangan yang lain. Program ini bertujuan untuk menyalurkan angkatan kerja dalam menekan angka pengangguran di Kuningan.

Wakil Bupati HM Ridho Suganda menuturkan, program Three in One merupakan salah satu langkah pemerintah daerah melalui Disnakertrans Kuningan, dalam upaya menangani masalah ketenagakerjaan. Pelaksanaan program ini dilakukan atas kerja sama pemerintah daerah dengan pihak ketiga yakni STIEPARI Semarang.

“Melalui program ini, para peserta saat bekerja pun nantinya akan memperoleh kesempatan untuk mengikuti pendidikan tinggi meraih gelar kesarjanaan di STIEPARI Semarang,” ujarnya dalam keterangan persnya, kemarin.

Oleh sebab itu, peserta yang diberangkatkan ke Semarang adalah yang telah memenuhi persyaratan. Sekaligus sudah mengikuti tahapan seleksi dengan baik dan objektif dari tim seleksi program Three in One.

“Selain mengoptimalkan perluasan kesempatan kerja pada tenaga kerja wanita usia produktif antara 18-25 tahun, kemudian juga memiliki nilai edukasi yang tinggi bagi para peserta,” kata wabup.

Dirinya berharap, selama mengikuti pendidikan perkuliahan, pelatihan dan keterampilan hingga bekerja di perusahaan-perusahaan yang telah ditunjuk, peserta harus dapat meembawa nama baik daerah. Harus bertanggungjawab pada diri sendiri, serta menjaga nama baik orang tua. “Saya berharap, pada masa-masa mendatang program ini tetap dapat berkelanjutan. Sebab ini sebagai upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas SDM yang berusia produktif,” imbuhnya.

Menurutnya, hal itu merupakan salah satu indikator keberhasilan kinerja pemerintah daerah, dengan menggunakan tolok ukur berapa jumlah tenaga kerja produktif di Kuningan yang dapat ditempatkan sesuai kebutuhan pemberi kerja.

Sementara Kepala Disnakertrans Kuningan, Drs Ucu Suryana MSi menambahkan, tujuan dari program Three in One adalah untuk memberi kesempatan kepada masyarakat Kuningan, khususnya kalangan perempuan dengan usia produktif yang belum memperoleh pekerjaan setelah lulus SMA atau sederajat.

“Program ini khusus bagi wanita usia produktif yang belum mendapat pekerjaan setelah lulus SMA. Melalui kegiatan ini, peserta akan mendapat bimbingan pelatihan keterampilan dan pekerjaan, sekaligus dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPARI) Semarang,” tutupnya. (ags)