oleh

Asikin-Budi-Toni Bersaing sampai Akhir, Tunggu Restu Bupati

KUNINGAN-Jabatan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kabankesbangpol) sekarang ini rupanya sedang naik daun di kalangan pejabat Pemkab Kuningan peserta open bidding. Betapa tidak, ketika prosesi pendaftaran dibuka oleh tim pansel, jumlah pelamar untuk posisi Kepala Kesbangpol mencapai tujuh orang atau tertinggi di banding jabatan lainnya yang sama-sama dilelang. Dari tujuh peserta, tim pansel sudah memutuskan peserta yang lolos ke tiga besar. Mereka adalah Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Asikin SIP MSi, Dr H Budi Alimudin MSi yang menjabat Kabag Hukum Setda, dan Camat Jalaksana Toni Kusumanto SSTP MSi.

Ketiga nama tersebut saat ini sedang harap-harap cemas menunggu penetapan satu calon terpilih oleh Bupari H Acep Purnama. Jika sudah ditetapkan, calon ini akan dilantik bersama yang lainnya. Dari tiga nama tersebut, Asikin SIP MSi bisa dibilang debutan sebagai peserta open bidding. sebab, Asikin baru kali ini ikut seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama Pemkab Kuningan. Sedangkan Dr H Budi Alimudin MSi dan Toni Kusumanto AP MSi sudah pernah ambil bagian di seleksi JPT Jilid I beberapa bulan silam. Baik Budi maupun Toni gagal menapak ke Eselon II.

Selah seorang peserta tiga besar untuk posisi Kepala Kesbangpol, Asikin SIp MSi tidak menyangka bisa menembus posisi tiga besar di open bidding yang kali pertama diikuti. Karena itu, dirinya mengucapkan rasa syukur atas capaian yang diperolehnya di seleksi terbuka JPT. “Ini kali pertama saya ikut open bidding, dan Alhamdulillah bisa menembus tiga besar. Jujur saja, saya masih awam soal open bdding, namun berusaha dan bekerja keras ketika pelaksanaan tahapan seleksi. Sekarang saya menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT soal kelanjutannya,” ujar Asikin kepada Radar, kemarin (18/11).

Asikin juga menerangkan, jika pekerjaan dan suasana di Kesbangpol bukan hal asing bagi dirinya. Sebab selama tujuh bulan, dia menjabat sebagai Sekretaris Badan Kesbangpol. Karena itu, dia sangat memahami kondisi di instansi tersebut. Apalagi banyak rekan-rekannya di instansi tersebut ketika bertugas di sana.

“Saya pernah menjadi Sekretaris Badan Kesbangpol selama tujuh bulan, ini merupakan pengalaman berharga bagi saya. Jadi, saya tahu betul kondisi dan suasana kerja di Kesbangpol. Setelah dari Kesbangpol, saya dipercaya menjabat Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian,” terang Asikin.

Dr H Budi Alimudin MSi mengungkapkan bahwa capaian menembus posisi tiga besar adalah berkat izin Allah SWT. Sama seperti Asikin, dia menyerahkan sepenuhnya kepada  Tuhan Yang Maha Kuasa terkait siapa yang akhirnya memimpin Kesbangpol. Budi menegaskan, dipilihnya Kesbangpol disebabkan dirinya merasa cocok dan sesuai dengan pengalaman bekerja selama ini sebagai Kabag Hukum Setda Kuningan. “Sebenarnya selain di Kesbangpol, saya bisa mendaftar untuk beberapa posisi yang sekarang di open biddingkan. Seperti Kasatpol PP, Diskominfo, dan Staf Ahli Bupati. Tapi akhirnya saya memilih Kesbangpol berdasarkan pilihan hati nurani. Dan pilihan ini tidak salah karena saya bisa menembus tiga besar,” sebut Budi.

Budi sendiri malang melintang di eselon III. Beberapa jabatan pernah diembannya. Dimulai dari Kabid Komunikasi, Kabag Humas dan Protokol DPRD Kuningan, Sekretaris BPPT (sekarang DPMPTSP) dan Kabag Hukum Setda. Selain itu, Budi juga juga merupakan perain gelar cumlaude ketika menempuh pendidikan S3.

“Setelah masuk tiga besar, saya menyerahkan semuanya kepada Sang Pencipta. Tugas saya adalah menjalani berbagai tahapan seleksi. Sekali lagi, saya bersyukur atas capaian yang sudah diraih ini dan semoga Allah SWT merestui perjuangan saya ini,” ucap Budi,

Sementara Toni Kusumanto AP MSi juga berpeluang untuk memimpin Kesbangpol karena sudah masuk tiga besar. Untuk hasil akhirnya, mantan Kabag Kesra Setda  itu menyerahkannya kepada Allah SWT. “Ya sekarang kan sudah berada di posisi tiga besar. Siapa yang akan ditetapkan dan dilantik, itu kewenangan pak bupati selaku user. Jika memang dipercaya, saya bersyukur dan akan menjalankan tugas sebaik-baiknya. Kalau memang tidak ditetapkan, berarti memang belum rezeki saya,” ujarbya.(ags)