oleh

Sah, 29 Pejabat Daftar Open Bidding

KUNINGAN- perhelatan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama yang digelar Pemkab Kuningan, memasuki babak baru. Pasca masa pendaftaran seleksi JPT ditutup oleh tim pansel, jumlah pejabat Eselon III yang akan ‘mengadu nasib’ cukup banyak di setiap posisi. Tercatat ada 29 pejabat yang mendaftar untuk enam posisi yang ditawarkan.

Menariknya, para pendaftar lelang jabatan tidak hanya dari kalangan kepala bidang, camat, sekretaris dinas dan kepala bagian, namun juga sekretaris kecamatan atau sekmat. Praktis persaingan di setiap posisi yang diperebutkan diyakini bakal seru sampai level tiga besar. “Sangat menarik melihat komposisi jabatan yang mendaftar di open bidding,” terang Ketua Tim Pansel Seleksi Terbuka JPT, Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi kepada Radar, Sabtu sore (18/10/2020).

Dian yang juga menjabat sebagai Sekda Kabupaten Kuningan itu merasa bangga dengan antusiasnya para pejabat Eselon III mengikuti open bidding. Itu menunjukkan bahwa Kuningan mempunyai SDM yang mumpuni, dan kemampuan mereka juga cukup merata. “Saya lihat, yang mendaftar berasal dari berbagai jabatan. Ada sekmat, kabid, sekdis, camat dan kabag. Ini sangat luar biasa, dimana mereka siap bersaing untuk menjadi yang terbaik. Saya juga menilai, kemampuan para pendaftar cukup kompetitif. Itu artinya, SDM yang dimiliki Pemkab Kuningan cukup menjanjikan,” papar Sekda termuda dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Kuningan itu dengan wajah ceria.

Sekda juga memberikan suport kepada seluruh peserta open bidding untuk selalu optimis dalam menghadapi tahapan seleksi. Kemudian jangan pernah berpikir yang lain lain, dan fokus pada tahapan yang akan dilalui. Pelajari hal yang akan di uji kan. Misalnya pembuatan makalah, harus original berdasarkan pemikiran sendiri bukan hasil orang lain atau plagiat. “Kuncinya optimis, fokus, terus belajar dan persiapkan mental. Sebab, persaingan ini akan ketat. Apalagi kemampuan para peserta cukup merata,” tegas Dian.

Lantaran kemampuan para peserta berimbang, maka tugas tim pansel cukup berat untuk menentukan tiga besar. Begitu juga bupati selaku user, sama memikul beban berat ketika harus menentukan satu pemenang dari tiga besar. “Tim pansel dan pak bupati memikul tugas berat dalam porsi yang berbeda. Insya Allah pelaksanaan open bidding akan menghasilkan yang terbaik pada akhirnya,” sebut Dian. (ags)