oleh

Kondisi Objek Wisata Cibulan, Desa Manis Kidul, Jalaksana Optimalkan Kepatuhan, Pengelola Cibulan Gandeng GTPP

-Kuningan-101 views

Kabar meningkatnya angka positif Covid19 di Kuningan kembali membuat pengelola objek wisata Cibulan, Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana gencarkan sosialisasi 3M (Mencuci tangan, Memakai masker, dan Menjaga jarak). Pihak pengelola juga memberlakukan aturan yang ketat bagi pengunjung.

Bubud Sihabudin, Jalaksana

Objek wisata Cibulan ternyata masih menjadi lokasi tujuan wisata favorit di Kabupaten Kuningan. Kendati di tengah pandemi Covid-19, wisatawan tetap mendatangi objek wisata legendaris tersebut. Seperti yang terjadi akhir pekan kemarin. Sebanyak dua unit bus pariwisata datang ke Cibulan. Namun sebelum masuk ke dalam objek wisata, para pengunjung harus menjalani serangkaian pemeriksaan. Di antaranya pengukuran suhu tubuh, diminta untuk mencuci tangan dan tetap menjaga jarak.

Dalam pemberlakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), pengelola Cibulan bersinergi dengan petugas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kuningan. Bersama personel Babinsa-TNI dan Polri dengan Babhinkamtibnas-nya, dalam monitoring kepatuhan pengunjung sejak kedatangan di areal parkir.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan GTPP, Kepolisian, TNI dan juga dinas pemuda, olahraga, pariwisata (disporapar),” terang Direktur Objek Wisata Cibulan Drs H Didi Sutardi.

Pihaknya juga segera melakukan langkah antisipasi, setelah mendengar kabar peningkatan Covid-19 baru-baru ini. Sekarang pihaknya memantau jumlah pengunjung hingga 30 persen kapasitas normal atau hanya sekitar 300 pengunjung.

“Sektor wisata baru saja bangkit, kami benar-benar terdampak sejak diberlakukan PSBB sebelumnya,” cetusnya.

Sembari mengawasi kolam ikan dewa, Didi bersyukur dengan beroperasinya kembali objek wisata Cibulan. Sebab puluhan karyawan dan para pedagang kembali bisa berpenghasilan meski di bawah aturan protokol kesehatan. “Pengunjung kami beri sosialisasi terlebih dahulu sebelum mengantre di tiket. Lalu satu persatu menempati tanda antrean yang telah diberi jarak sekitar 2 meter. Kami memiliki cara supaya antrean tidak menumpuk di tiket, khususnya bagi rombongan,” ujarnya.

Cara yang dia tempuh adalah dengan menyediakan tiket secara masal terlebih dahulu. Kemudian pihak panitia rombongan atau petugas tiket memberikan satu per satu tiket di barisan antre pengunjung. “Dengan cara ini pengunjung rombongan tidak berkerumun di depan tempat pembayaran tiket. Setelah di bagikan di antrean mereka tinggal masuk satu persatu. Di cek suhu tubuh dan diberi hand sanitizer,” jelas Didi.

Kemudian secara rutin, bersama petugas TNI-Polri berkeliling melakukan monitoring kepatuhan masker bagi mereka yang berada di luar kolam renang. Seperti yang dilakukannya bersama Babinsa Koramil 1511/ Jalaksana Pelda Zakaria dan Babhinkamtibnas Polsek Jalaksana Bripka Ilman Nurhidayat. Dengan berkeliling mengitari sekitar kolam renang, gazebo, dan tempat-tempat istirahat pengunjung.

Didi juga memperkenalkan kembali kepada pengunjung wisata kuliner Cibulan. Dengan menu andalan aneka masakan berbahan ikan air tawar, bahkan ikan laut pun bisa dipesan di sini. “Satu lagi andalan kuliner kami yang layak dicoba dan pasti memuaskan, yaitu sop iga sapi, iga bakar, iga kriuk khas Cibulan,” terangnya dengan menunjukan iga kriuk Cibulan, goreng iga sapi berbalut tepung renyah.

Wahana permainan dan taman menjadi tambahan tempat menarik, terlebih spot swafoto di Cibulan sudah tak perlu diragukan lagi, selalu lengkap seiring populernya media sosial seperti instagram. “Ada juga wisata sumur tujuh, menikmati pesona tujuh mata air di saat kemarau seperti sekarang air tetap mengalir di sini. Dan jangan lupa, kolam di sini menggunakan air alami tanpa kaporit, adapun sumber mata airnya terpisah dari sumur 7 tadi,” imbuhnya sambil menunjukkan lokasi sumber air kolam. (*)