oleh

Mahasiswa S2 IKM Wajib Tes Bahasa Inggris

-Kuningan-63 views

KUNINGAN – Mahasiswa program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) STIKes Kuningan mengikuti English Proficiency Test (EPT) bekerjasama dengan Pusat Bahasa Universitas Kuningan, Sabtu (12/9). Sebanyak 44 peserta mengikuti EPT yang digelar untuk kedua kalinya bagi mahasiswa, dipandu tim dari Pusat Bahasa Uniku, yakni Endang Darsih MPd (dosen) dan Didin Jaenudin SPdI (staf), serta dari staf Prodi IKM STIKKu.

Ketua STIKes Kuningan H Abdal Rohim SKp MH, memantau langsung jalannya tes dengan sistem pengujian kemampuan Bahasa Inggris bagi non native speaker (bukan penutur asli) bagi calon mahasiswa baru ini. Ia mengatakan tes Bahasa Inggris sudah diwajibkan bagi calon mahasiswa STIKes Kuningan, khususnya mahasiswa S2 prodi IKM.

“Tes EPT itu merupakan tahapan yang harus diikuti setiap mahasiswa baru prodi IKM. Bagi yang cita-cita belajar atau bekerja di bidang kesehatan ke luar negeri, tentu harus menguasai Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional,” kata Abdal dalam pesannya kepada para peserta.

Sementara itu, Sekretaris Pusat Bahasa Uniku Endang Darsih MPd, membuka acara dengan memberikan penjelasan teknis pelaksanaan EPT kepada mahasiswa. Ia menjelaskan, tes tersebut akan dilakukan dengan tiga tahap, yakni tes kemampuan listening (50 soal), structure (40 soal) dan reading (50 soal), dengan rentang nilai antara 310-670 skor yang harus diperoleh oleh mahasiswa dengan waktu 115 menit atau sekitar 2 jam.

“Semoga kerja sama ini bisa semakin ditingkatkan, tidak hanya pengujian kemampuan Bahasa Inggris, akan tetapi dalam bidang pelatihan TOEFL, baik secara online maupun offline bagi mahasiswa S1 maupun S2,” ucap Endang.

Terpisah, Marwito W MPd selaku Kepala Pusat Bahasa Uniku, menyampaikan penerimaan mahasiswa S2 di STIKes Kuningan dilakukan secara serius guna mengukur kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa baru. Nilai EPT yang diperoleh dijadikan sebagai salah satu acuan akademik bagi pengembangan STIKKu ke depan.

“Kegiatan ini juga sekaligus menjadi bagian promosi dua institusi, yaitu Prodi S2 IKM STIKKu dan Pusat Bahasa Uniku, sebagai implementasi perjanjian kerja sama kedua belah pihak,” tutur Marwito. (muh)