oleh

Rumah Warga Kawungsari Segera Dibangun

KUNINGAN – Penantian panjang warga Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, bakal segera selesai. Pasalnya, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR menggelontorkan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk pembangunan rumah warga Kawungsari yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan.

Anggaran sebesar itu untuk membangun 419 unit rumah bagi warga Kawungsari di lokasi baru yang berada di Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum. Akibat pembangunan bendungan Kuningan, seluruh warga Kawungsari terpaksa harus direlokasi ke tempat baru lantaran desanya termasuk yang akan terendam.

Agar proses pembangunan bisa segera dilaksanakan, Direktur Rumah Khusus Kementerian PUPR Ir Raden Johny Fajar Sofyan Subrata MA menyaksikan langsung penandatangan kontrak pembangunan rumah khusus bagi warga Kawungsari di Desa Sukarapih, kemarin (6/8). Sebanyak tiga pemenang lelang melakukan penandatanganan kontrak di Hotel Horison, Panawuan. Hadir juga Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat Boy Iman Nugraha, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Kuningan Ir I Putu Bagiasna MT, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Kabupaten Kuningan HM Ridwan Setiawan SH MH MSi.

Direktur Rumah Khusus Kementerian PUPR Ir Raden Johny Fajar Sofyan Subrata MA mengatakan, pembangunan rumah khusus bagi warga terdampak pembangunan Bendungan Kuningan sudah bisa dilaksanakan oleh tiga pemenang tender setelah dilakukan penandatanganan kontrak. Durasi pengerjaannya multiyears atau lintas tahun.

“Total anggaran untuk pembangunan rumah khusus warga Kawungsari di Desa Sukarapih ini mencapai Rp40 miliar dan berasal dari APBN Kementerian PUPR. Pengerjaannya tidak hanya tahun ini melainkan lintas tahun. Artinya, sampai tahun depan. Proses penandatanganan kontrak juga berlangsung lancar. Ketiga perusahaan pemenang lelang juga hadir,” papar Raden Johny usai penandatanganan kontrak, kemarin (6/8).

Kepala DKPP Kabupaten Kuningan Ir I Putu Bagiasna MT menerangkan, proses lelang semuanya berlangsung di Kementerian PUPR. Dari empat perusahaan, hanya tiga yang dinyatakan sebagai pemenang, sedangkan satunya gagal lelang. Kementerian akan kembali melakukan lelang untuk mencari pemenang tender.

“Semua lelangnya di pusat. Dari empat yang dilelang, hanya tiga perusahaan yang berhasil memenangkan lelang. Sedangkan satu perusahaan lagi dinyatakan gagal lelang. Karena itu, dalam waktu dekat, saya mendapat informasi, akan kembali dilelang,” sebut Putu.

Dia juga menjelaskan soal jumlah rumah khusus bagi warga Kawungsari yang akan dibangun pemerintah pusat. Total sebanyak 444 rumah khusus dibangun di Desa Sukarapih yang menjadi tempat relokasi warga Kawungsari. Sebelumnya sudah 25 unit rumah dibangun di wilayah tersebut.

“Sekarang akan dibangun 418 unit. Selain untuk warga Kawungsari sendiri, ada warga juga dari desa terdampak pembangunan bendungan yang direlokasi ke tempat itu. Karena pembangunannya lintas tahun, diperkirakan baru akan selesai tahun depan,” katanya.

Di area relokasi seluas 12 hektare tersebut, papar Putu, selain dibangun rumah, juga dibangun gedung sekolah dasar, balai desa, masjid, balai pertemuan warga dan sarana olahraga lainnya. Penyediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial menjadi perhatian pemerintah bagi warga Kawungsari yang direlokasi ke tempat baru.

“Di Sukarapih sudah dibangun gedung sekolah dasar, masjid, balai desa, gedung pertemuan warga, posyandu dan juga sarana olahraga seperti lapangan sepak bola. Kemudian jalan di dalam kawasan perumahan juga sekitar tiga meteran lebarnya. Akses masuk ke kawasan itu saya kira cukup lebar dan memudahkan warga dalam menjalankan aktivitas,” ujar Putu. (ags)