oleh

Kodim Dorong Ketahanan Pangan

-Kuningan-85 views

KUNINGAN – Kodim 0615/Kuningan terus berkomitmen memperkuat ketahanan pangan daerah dengan pemanfaatan lahan untuk pertanian. Bahkan lahan milik TNI dapat diolah warga petani dalam budidaya pertanian maupun perkebunan. Hal itu terungkap saat sosialisasi yang dilakukan Dandim 0615/Kuningan Letkol Czi Karter Joyi Lumi kepada penggarap tanah TNI di Markas Koramil 1510/Cilimus. Sosialisasi ini dihadiri pula Danramil 1510/Cilimus Kapten Inf Muadi maupun unsur perangkat desa setempat.

Komitmen TNI untuk memperkuat ketahanan pangan sudah sering digaungkan. Bahkan sebelumnya, Kodim 0615/Kuningan mendapat kunjungan langsung Pangdam Siliwangi III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto saat mengecek pemanfatan lahan TNI untuk lokasi pertanian.

“Jadi rencana ke depan lahan milik TNI di sini akan dijadikan percontohan ketahanan pangan Kodam III Siliwangi. Kemudian pengelolaan akan dikembalikan ke masyarakat dan petani,” kata Dandim Letkol Czi Karter Joyi Lumi dalam keterangan persnya, Kamis (6/8).

Tak hanya itu, pihaknya mengaku, akan membantu pupuk bagi petani dan masyarakat dengan menggunakan BIOS 44. “Nanti agar dipelajari bersama site plane-nya. Dalam hal ini, tidak ada maksud sedikit pun TNI khususnya Kodim untuk mempersulit atau menghambat para petani terkait pengelolaan lahan TNI,” tandasnya.

Dia mengatakan, bagi petani yang menggarap lahan tersebut akan diberi seragam wanra dan semua petani mendapatkan lahan yang sama. “Tidak ada perbedaan walaupun nanti tidak sesuai lokasi yang digarap saat ini. Sebab setelah ditata baru nanti dibagi sesuai dengan jumlah penggarap dan luas tanah yang ada,” imbuhnya.

Sementara itu, Ekbang Bandorasa Wetan Dedi Rusadi mengapresiasi program TNI dalam bentuk ketahanan pangan. Mewakili para petani, Ia sangat mendukung namun lahan tanah TNI itu kondisinya berbentuk cadas, berbeda dengan daerah lain. Jika kemarau tiba, para petani dapat kesulitan air.

“Perlu diketahui, bahwa kondisi tanah di lahan itu berbentuk cadas berbeda dengan daerah lain. Untuk tanahnya hanya sekitar 20cm, saat musim kemarau para petani cukup kesulitan air. Bahkan dalam satu minggu paling hanya 3 hari kebagian air, itu pun dapatnya malam hari,” katanya.

Sebagai permohonan dari desa, lanjutnya, agar pembagian lahan nanti bisa dilakukan secara merata. “Kami 42 orang petani penggarap lahan tanah TNI bukan untuk menuntut. Karena kami pun tidak pernah merasa memiliki tanah tersebut, kami hanya berpikir bagaimana cara kami bertahan hidup,” pungkasnya. (fik)