oleh

Dua Tokoh Incar Kursi Ketua Partai Golkar

KUNINGAN – Tak hanya PPP dan PAN, tahun 2020 ini ternyata DPD Partai Golkar Kuningan pun harus mengakhiri masa kepengurusan. Golkar dipastikan akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) X pertengahan Agustus ini.

Seperti yang terjadi menjelang Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) PPP dan Musda PAN, yang memunculkan sejumlah nama kader untuk maju sebagai bakal kandidat ketua, beberapa waktu menjelang Musda X Partai Golkar Kuningan ini pun dikabarkan telah muncul dua nama tokoh Golkar. Mereka akan mengincar kursi Ketua DPD Golkar yang saat ini masih diduduki H Yudi Budiana SH.

Yudi sendiri yang saat ini kembali menjadi anggota DPRD Kuningan hasil Pemilu 2019 lalu, telah menjabat Ketua DPD Golkar selama 2 periode (10 tahun). Sementara dalam aturan Partai Golkar, membatasi posisi ketua DPD maksimal boleh menjabat hanya 2 periode kepengurusan.

Dari kabar yang beredar, menjelang Musda Golkar bulan ini, terdapat dua tokoh berpengaruh yang siap bersaing untuk memperebutkan kursi empuk Ketua DPD Golkar Kuningan lima tahun ke depan, melalui proses pemilihan pada musda nanti. Mereka yakni H Asep Armala dan H Dudy Pamuji.

Seperti diketahui, saat menjelang perhelatan Pilkada Kuningan 2018 lalu, Partai Golkar bersama PAN dan PKS mengusung Calon Bupati dan Wabup Kuningan periode 2018-2023, yakni H Dudy Pamuji berpasangan dengan H Udin Kusnedi (Ketua DPD PAN). Sayangnya pasangan ini kandas dan mendapatkan perolehan suara ketiga setelah pasangan H Acep Purnama-HM Ridho Suganda (pemenang), dan pasangan dr H Toto Taufikurohman Kosim-Yosa Octora Santono.

Di internal Golkar, nama Dudy Pamuji cukup melambung karena dikenal cukup loyal kepada partai. Terlebih dia saat itu menjabat anggota Fraksi Golkar DPRD Kuningan, meskipun terpaksa harus mundur lantaran pencalonannya di Pilkada.

Tak kalah tenar lagi, Asep Armala juga menjadi figur yang tidak asing di internal Golkar dan tataran pemerintahan Kuningan. Tak heran jika saat itu Asep ditetapkan sebagai tim pemenangan Cabup-Cawabup Dudy-Udin.

Sayangnya, kedua tokoh Golkar Kuningan tersebut belum dapat memberikan keterangan terkait kabar yang berkembang terkait pencalonan mereka sebagai bakal kandidat Ketua DPD Golkar Kuningan Periode 2020-2025 mendatang. Saat Radar Kuningan mencoba menghubungi keduanya, handphone mereka tidak aktif.

Terpisah, Ketua Pelaksana Musda X Partai Golkar Kuningan Drs Dadang Saputra, membenarkan Musda Golkar akan segera digelar pertengahan Agustus ini. Bahkan untuk Pengurus Kecamatan (PK) Golkar sebagai pemegang suara, akan ada perpanjangan masa kepengurusan melalui SK.

“Seluruh PK itu kan masa kepengurusannya 2014-2019. Nanti akan ada perpanjangan SK, dan itu sesuai juklak juknis, kan ada tuh. Yang pasti berdasarkan keputusan, perhelatan Musda X Golkar ini akan dilaksanakan Agustus ini, di Minggu ketiga. akan dihelat di Aula DPD Golkar, Jalan RE Martadinata Kelurahan Cijoho,” terangnya.

Untuk posisi Ketua DPD Golkar saat ini, H Yudi Budiana SH, dia menjelaskan berdasarkan aturan Partai Golkar tidak boleh jabatan ketua DPD lebih dari 2 periode. Sehingga otomatis ke depan posisi ketua DPD Golkar akan dijabat kader yang lain.

“Aturan di Golkar itu tidak boleh (ketua DPD) menjabat 2 periode, maksimal 2 kali. Kalau tidak, nanti tidak ada pengkaderan dong,” jelas Dadang.

Untuk persyaratan bakal kandidat Ketua DPD, Dadang menyebut normatif, karena tidak jauh berbeda dengan partai-partai yang lain. Di antaranya pernah menjadi pengurus partai. Meski sudah terbentuk kepanitiaan musda, namun menurutnya hingga saat ini pendaftaran bakal kandidat ketua DPD belum dibuka.

“Sekarang baru berkutat pada pembentukan panitia, lalu penyampaian informasi untuk pemegang hak suara, itu kan PK di 32 kecamatan, ditambah ormas yang mendirikan dan didirikan, laluo, AMPG, dan lain-lain. Yang punya hak suara kurang lebih 38,” terang Dadang.

Dia berharap pada musda nanti berjalan lancar dan tidak ada konflik. Terlebih bisa dilakukan dengan cara sesuai Pancasila sila ke-4, yakni Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Dalam hal ini diharapkan musda dilaksanakan secara musyawarah mufakat.

“Setelah musda nanti kita berharap tidak ada perpecahan. Dua kali musda sebelumnya kan pernah tuh, waktu Pak Ury pecah, masuk Nasdem. Lalu Pak Toto ke PPP sekarang. Kalau begitu terus kan kita bisa terpuruk. Insya Allah rekan-rekan pengurus DPD, dan PK sudah dewasa dalam berorganisasi dan berpolitik. Jadi, saya menghindari adanya konflik, kalau bisa dimusyawarahkan ya kenapa harus gaduh, kan begitu,” harapnya.

Saat ditanya siapa saja kader terbaik Golkar yang akan mencalonkan ketua DPD pada musda nanti, Dadang mengaku belum mengetahuinya, karena baru saja dibuat kepanitiaan musda. Yang jelas menurutnya, agenda musda nanti sudah disosialisasikan kepada seluruh pihak di internal Golkar, khususnya kepada seluruh PK.

“Kita sudah sosialisasikan akan adanya musda kepada PK-PK. Kita terbuka, tidak ada sesuatu yang dihalangi. Yang jelas Musda X ini Golkar Kuningan siap bangkit kembali untuk meraih sukses. Mudah-mudahan dari 5 kursi, nanti menjadi 10, bahkan 15. Cita-cita itu harus tinggi,” pungkas Dadang. (muh)