oleh

Pemkab Suplai APD ke Ponpes

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, memberikan bantuan ribuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Kuningan.

Penyerahan ribuan APD dalam rangka pencegahan penyebaran coronavirus disease (Covid-19) di lingkungan ponpes ini, dilakukan Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas, H Acep Purnama SH MH kepada Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Kuningan KH Aman Syamsul Falah SPdI. Acara berlangsung di aula lantai 1 Ponpes Miftahul Falah, Jalan Sirnaraga I Desa Cilowa Kecamatan Kramatmulya, Rabu (29/7).

Hadir dalam kesempatan itu, Camat Kramatmulya Guruh Irawan Zulkarnaen SSTP MSi beserta Sekmat Nana Supriatna MSi, Kapolsek Kramatmulya Iptu Dede Kusnadi, Kepala Pelaksana BPBD sekaligus Jubir Crisis Center Percepatan Penanganan Covid-19 Kuningan Agus Mauludin SE, perwakilan MUI Kuningan, serta Ketua Yayasan Falahudin Al-Syamily H Nurdin Abdul Rahman, dan juga para pimpinan ponpes.

Adapun APD yang disumbangkan dari gugus tugas kepada FPP Kuningan, di antaranya thermo gun (alat pengukur suhu) 200 unit, 20 ribu masker, 900 liter disinfektan dikemas dalam 180 jerigen, serta hand sanitizer. Tak hanya itu, pemkab juga memberikan bantuan 12 ton beras untuk dimanfaatkan di lingkungan pesantren bersama para santrinya.

Dalam sambutannya, Ketua FPP Kuningan KH Aman Syamsul Falah SPdI, menyampaikan rasa bangga atas perhatian langsung dari Pemkab Kuningan, dalam hal ini gugus tugas yang diketuai Bupati H Acep Purnama SH MH. Ia mengaku sudah lama tidak ada pertemuan bupati dengan FPP, sehingga dalam kesempatan itu pula sangat ingin mengetahui terkait penanganan Covid-19 di Kuningan.

“Sudah lama kita mengajukan APD, tapi beliau (bupati, red) sedang banyak kesibukan, sehingga baru saat ini bisa bertemu dengan kami. Alhamdulillah beliau memberikan bantuan APD, berupa masker, hand sanitizer, alat pengukur suhu (termograf), dan disinfektan. Kami ingin bersinergi dengan pemerintah baik dalam pembangunan fisik maupun mental spiritual. Tentunya tidak akan maju tanpa kerja sama ulama dan umara,” kata Kiai Aman, yang juga pimpinan Ponpes Miftahul Falah Cilowa.

Sementara itu, Bupati H Acep Purnama SH MH sekaligus atas nama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menyampaikan terima kasihnya yang tak terhingga atas peran para kiai dan ponpes untuk mendukung pembangunan, khususnya penanganan Covid-19. Menurutnya, dalam situasi masih adanya sebaran virus corona saat ini, semua masih bisa tetap bekerja dan berkarya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

“Yang lebih utama dalam situasi seperti ini, kebijakan bisa tetap berjalan dengan baik. Masyarakat bisa tenang, walau pun ada yang sampai jenuh, jengkel, dan sebagainya. Bahkan ada imbauan untuk tidak beribadah di tempat ibadah. Ini sangat luar biasa beratnya bagi saya. Ini berat menyampaikannya. Namun alhamdulillah dengan sosialisasi yang baik, tidak memunculkan multitafsir yang lain. Ini atas kerja sama dengan para kiai,” sebut Acep.

Di tengah pandemi Covid-19, lanjut bupati, semua pihak tetap fokus untuk menanganinya. Bahkan ia menyebut Kuningan cukup berhasil melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, karena hanya beberapa saja yang terpapar. Itu pun sebagian karena ada penyakit bawaan.

Penanganan Covid-19 belum selesai. Pihaknya selalu mengingatkan kepada agar tetap berhati-hati dan ikhtiar. Sekarang masa pemulihan, mulai kembali sesuatu yang baru. Pendidikan harus berjalan, perekonomian dan perdagangan sudah mulai bergeliat.

“Oleh karenanya, hari ini kami menyerahkan bantuan kepada FPP. Jangan dilihat bantuannya, tapi barangkali itulah niat kita semua untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk APD masker yang diberikan kepada ponpes tersebut bisa dipakai berpuluh-puluh kali, tentunya harus sering dicuci. Lalu alat pengukur suhu badan yang diserahkan, menurutnya itu juga sangat penting.

“Kalau ada suhu tubuh di atas 37 derajat, segera ke puskesmas, semuanya akan dilayani dengan baik. Lalu hand sanitizer untuk bagaimana kita harus bersih. Beras juga ada bantuan, teknik penyaluran silakan diatur. Ini karena ada santri yang mondok,” tutur Acep.

Lebih lanjut, di hadapan para Kiai dan Ulama, Bupati Acep pun menyampaikan terkait isu yang berkembang soal penyegelan Batu Satangtung Curug Goong di Cisantana Kecamatan Cigugur. Ia meminta para kiai dan ulama agar hal tersebut bisa dipahami dan dinetralisir oleh semua pihak.

“Ada penyegelan itu karena ada penolakan dari warga. Harusnya permisi dulu. Alhamdulillah kita selaku penganut agama yang punya adat dan punya adab. Kita punya kekhawatiran, kan boleh bertindak represif. Yang terjadi sekarang itu digoreng, dia laporan ke sana ke mari. Kami mohon jangan sampai terpancing. Di Kuningan ini aman-aman saja, yang ke sawah ke sawah, yang dagang dagang,” kata Acep seraya kembali memohon agar para kiai dan masyarakat Kuningan pada umumnya tidak terpancing oleh isu tersebut. (muh)