oleh

Warga Singkup Swadaya Perbaiki Jalan Rusak

KUNINGAN – Sejumlah warga Desa Singkup Kecamatan Japara Kuningan secara sukarela memperbaiki jalan rusak. Kondisi jalan yang berlubang, membuat warga secara swadaya gotong royong menambal aspal yang terkelupas.

Memanfaatkan peralatan seadanya, tak membuat warga patah semangat untuk melakukan perbaikan. Hal ini dilakukan demi keselamatan bersama, karena dikhawatirkan menimbulkan korban kecelakaan akibat jalan berlubang.

Kepala Desa Singkup Mas’ud mengaku, jika perbaikan jalan secara swadaya ini merupakan inisiatif warga desa. Sebab jika dibiarkan berpotensi memakan korban kecelakaan di jalan desa tersebut.

“Ya kita swadaya saja memperbaiki jalan desa ini. Sebab jalur ini merupakan akses alternatif dan banyak dilalui kendaraan dari arah Cilimus menuju Ciawigebang maupun sebaliknya,” ujar Mas’ud saat dimintai keterangan persnya, Senin (27/7).

Walau begitu, pihaknya tetap berharap di musim kemarau ini pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dapat segera memperbaiki jalan yang telah rusak. Sekaligus dengan perbaikan drainase di sepanjang jalan tersebut. Sebab di musim hujan jalan yang berlubang sering tertutup air.

Bahkan di beberapa titik, lanjutnya, kerap terjadi genangan air akibat hujan. Misalnya di tugu perbatasan Desa Singkup dengan Dukuh Dalem, terdapat lubang sedalam lima meter yang dikhawatirkan menimbulkan longsor saat hujan. Sebab berdekatan dengan titik longsor yang sebelumnya terjadi dan telah dibuatkan bronjongan batu.

Sementara salah seorang warga setempat, Jauhari mengaku, inisiatif untuk memperbaiki jalan ini semata-mata demi keselamatan warga, khususnya para pengendara yang melintas. Jika dilihat, kondisi jalan yang rusak itu sekitar satu kilometer.

“Ya kalau rusaknya sudah lama seperti ini, berlubang. Tapi belum ada perbaikan jalan, jadi kita swadaya bersama-sama inisiatif untuk memperbaiki sementara dengan alat seadanya,” imbuhnya.

Selain ditambal, Ia menyebut, beberapa titik lubang jalan yang cukup dalam dipasang rambu khusus sebagai tanda. Sehingga para pengendara yang melintas dapat menghindar.  Karena lubang jalan itu juga cukup dalam, membahayakan bagi pengendara. Ada juga lubang-lubang yang kecil tidak ditutup karena titiknya banyak. (ags)