oleh

Perampokan Minimarket Terekam CCTV, Polisi Kejar Pelaku

KUNINGAN – Aksi perampokan bersenjata tajam di sebuah minimarket di daerah Kecamatan Kramatmulya terekam CCTV. Dikabarkan, aksi perampokan tersebut menyebabkan pihak minimarket mengalami kerugian Rp50 juta.

Berdasarkan informasi dihimpun, aksi perampokan bersenjata tersebut terjadi pada hari Sabtu (25/7)  pukul 03.49 WIB. Dalam rekaman CCTV terlihat pelaku berjumlah tiga orang laki-laki mengenakan masker. Awalnya salah satu pelaku yang mengenakan jaket hitam masuk berpura-pura sebagai pembeli berjalan ke barisan rak di tengah toko. Tak lama kemudian, satu pelaku mengenakan sweater kuning masuk menuju meja kasir sambil mengacungkan senjata tajam jenis golok ke arah dua petugas toko yang sedang berjaga. Disusul pria berjaket hitam tadi mendekat sambil menodongkan senjata tajam, menyuruh dua penjaga toko tersebut masuk ke dalam gudang.

Sesaat kemudian satu pelaku mengenakan jaket hitam masuk lalu mengambil tas belanjaan yang tergantung di rak kemudian berjalan menuju meja kasir. Dengan leluasa pelaku ini mengambil seluruh uang yang ada di laci kasir dan sejumlah barang dagangan, sementara dua pelaku penodongan masih menahan dua penjaga toko di dalam gudang.

Aksi pencurian tersebut baru terhenti saat seorang perempuan masuk hendak berbelanja. Pelaku kemudian meninggalkan toko disusul dua pelaku penyekapan keluar dari gudang sebelum pengunjung toko berhijab tadi mengetahui telah terjadi pencurian.

Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik membenarkan aksi perampokan di salah satu minimarket di Kramatmulya tersebut. Dari kejadian tersebut, kata Lukman, pihak minimarket mengalami kerugian hingga Rp50 juta.

“Benar telah terjadi aksi pencurian dengan kekerasan terhadap salah satu minimarket di daerah Kramatmulya pada hari Sabtu lalu. Aksi kejahatan tersebut terekam CCTV dan kini tengah dalam penyelidikan anggota Satreskrim Polres Kuningan,” ungkap Lukman, kemarin.

Lukman mengatakan, aksi perampokan tersebut mirip dengan kejadian yang dialami pengusaha Aneka Sandang di Ciawigebang. Namun demikian, pihaknya belum dapat memberikan keterangan banyak terkait kemungkinan kelompok rampok tersebut karena masih dalam proses penyelidikan.

“Kami sudah mendapatkan sejumlah petunjuk dan titik terang terkait aksi tersebut. Kami meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kuningan, mudah-mudahan secepatnya kami bisa mengungkap kasus ini dan meringkus para pelakunya,” harapnya. (fik)