oleh

Pendaftaran Calon Direktur PDAU Dibuka

KUNINGAN – Mulai hari ini, Kamis (2/7), pendaftaran bagi peminat calon Direktur Perumda Aneka Usaha Kuningan resmi dibuka. Proses penerimaan berkas lamaran akan berlangsung selama 12 hari kerja hingga 13 Juli mendatang. Pembukaan lamaran calon direktur ini akibat kekosongan jabatan pimpinan Perumda Aneka Usaha. Sebab direktur sebelumnya telah mengundurkan diri pada tahun lalu.

Ketua Tim Seleksi Pemilihan Calon Direktur Perumda Aneka Usaha Kuningan H Raji SE MMKes mengatakan, seleksi pemilihan calon Direktur Perumda Aneka Usaha ini dilakukan karena adanya kekosongan jabatan. Sehingga pemerintah daerah membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik Kuningan, yang memenuhi syarat pendaftaran sebagai calon direktur.

“Adapun persyaratan umum di antaranya pada saat mendaftar usia minimal 35 tahun dan maksimal 55 tahun.  Memahami manajemen perumda, memiliki pengetahuan yang memadai di bidang usaha perumda, berijazah Strata 1 (S1) dan pengalaman kerja minimal 5 tahun di bidang manajerial. Kemudian tidak terikat hubungan keluarga dengan bupati atau dengan Dewan Pengawas atau dengan anggota direksi lainnya, sampai dengan derajat ketiga baik menurut garis lurus maupun ke samping termasuk menantu dan saudara ipar,” beber H Raji SE MMKes didampingi Kabag Organisasi Setda Drs Agus Basuki MSi.

Dia menyampaikan, surat lamaran dapat dikirim melalui pos sesuai jadwal pendaftaran dan ditujukan kepada Bupati Kuningan d/a Ketua Tim Seleksi Pemilihan Calon Direktur Perumda Aneka Usaha Kuningan, c.q Bagian Organisasi Setda Kabupaten Kuningan jalan Siliwangi nomor 88 Kuningan. Batas akhir pendaftaran adalah satu hari setelah tanggal penutupan pendaftaran, dan harus sudah diterima tim seleksi pada jam kerja dengan cap pos pengiriman sesuai tanggal masa pendaftaran.

“Apabila ingin mengetahui persyaratan lebih rinci, dapat langsung mendatangi Sekretariat Tim Seleksi pada Bagian Organisasi Setda Kabupaten Kuningan. Penerimaan berkas dilakukan mulai hari pertama sampai dengan masa pendaftaran berakhir,” tuturnya.

Raji juga menegaskan, seleksi Dirut PDAU ini bukan formalitas karena calon terpilih sudah terkondisikan. Ini sesuai komitmen pribadinya saat dipilih sebagai ketua tim seleksi, ingin bekerja benar. Meskipun zaman sekarang, bekerja benar saja sering kali disebut tidak benar. Apalagi kalau bekerja salah.

“Jadi kalau ada isu-isu formalitas itu, isu miring itu. Tidak ada itu formalitas, calon terpilih sudah ada. Silakan tanya pak bupati, pak sekda kalau memang itu sudah dikemas sedemikian rupa dalam seleksi ini. Tidak ada itu, tidak ada,” kilah Raji.

Yang terpenting baginya dalam mengemban amanah ini, adalah keterbukaan. Kemudian bagaimana membangun profesionalisme dalam rangka kemajemukan. Semisal dalam penyusunan masalah dan visi misi para calon, Ia akan pergunakan tim ahli dari Universitas Kuningan (Uniku). Jadi bukan oleh tim seleksi. Tim seleksi hanya mengumpulkan administrasi, lalu menghantarkan seluruh tahapan seleksi hingga tuntas. “Tim ahli insyaa Allah dari Uniku. Kita ingin transparan, saya jamin transparan,” janji Raji.

Ia tidak ingin akibat tidak transfaran, timbul malapetaka bagi dirinya sendiri. Terlebih Ia sebentar lagi hendak memasuki masa pensiun. “Sebentar lagi pensiun saya, gak mau neko-neko lah,” celetuk dia, sambil tertawa (ags/tat)