oleh

Ir Bunbun Budhiyasa Pemegang Rekor Mutasi, Tujuh Kali Pindah Tugas di Eselon II

Dari puluhan pejabat eselon II di lingkup Pemkab Kuningan, nama Ir Bunbun Budhiyasa bisa dibilang kenyang pengalaman. Betapa tidak, di saat rekan-rekannya sesama eselon II baru tiga sampai lima kali terkena mutasi, Bunbun malah sudah tujuh kali sejak promosi menjadi pejabat eselon II di tahun 2011 silam.

Agus Panther, Kuningan

Gaya bicaranya terhitung blak-blakan terutama ketika tentang pertanian, koperasi, kehutanan, peternakan, dan perdagangan. Pria kelahiran Tasikmalaya, 27 Agustus 1961 silam itu memang dikenal sangat memahami bidang-bidang tersebut, Bunbun muda kali pertama promosi ditempatkan sebagai Kasi Penyuluhan, Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan di tahun 1986. Jabatan ini disandangnya cukup lama yakni hingga tahun 1994. Selepas itu, dia dimutasi menjadi Kasi Binas Produksi, Dinas Peternakan. Sama seperti sebelumnya, jabatan ini disandangnya hingga tahun 2001.

Jejak Bunbun mulai menapak di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kuningan. Di dinas ini, suami dari Alin Yulia Kusumawati itu hanya menjabat satu tahun sebagai Kepala Sub Dinas Koperasi. Tahun 2002-2003, Bunbun dipercaya menduduki posisi Kepala Sub Dinas Perlindungan dan Kesehatan pada Dinas Pertanian.

“Entah apa pertimbangan atasan saya waktu itu, lagi-lagi saya dipindahtugaskan ke bidang lain tapi masih di Dinas Pertanian. Saya didapuk menjadi Kepala Sub Dinas Bina Usaha. Meski banyak dimutasi, saya berpikiran positif saja,” cerita Bundun.

Rupanya jabatan yang diembannya tidak lama. Bunbun lantas dipromosikan menjadi Kepala Bidang (Kabid) Program di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kuningan hingga 2006. Ini adalah jabatan eselon III. Di tahun itu juga, dia dipindah lagi menjadi Kabid Peternakan dan Perikanan di Dinas Pertanian.

“Saya kembali ke Dinas Pertanian. Dan itu memang basic saya sesuai pendidikan. Di tahun 2007, saya dipercaya menjadi Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pertanian. Jabatan ini saya pegang selama dua tahun. Di tahun 2009, saya kemudian dimutasi menjadi Kabid Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kabupaten Kuningan,” paparnya.

Setelah berkutat di jabatan eselon III, Bunbun lantas mendapat promosi ke eselon II di tahun 2011. Oleh Bupati H Aang Hamid Suganda, Bunbun promosi menjadi Staf Ahli Bupati. Posisi ini diduduki hanya setahun. Tahun 2012-2013, dirinya ditempatkan sebagai kepala BPLHD. “Kemudian saya dialihkan menjadi Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian dan Perkebunan (Dishutbun). Saya jalani saja kepercayaan dari pimpinan. Mungkin pimpinan memiliki alasan lain sehingga saya sering dipindah atau dimutasi,” ujarnya.

Tak berselang lama, Bunbun kembali dimutasi sebagai Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Distanakan). Lagi-lagi jabatan ini disandangnya hanya setahun. Tahun 2014, Bunbun dikembalikan lagi untuk memimpin Dishutbun.

“Saat itu, Dishutbun terkena masalah. Dan mungkin saya dianggap mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Dishutbun, sehingga pak bupati menugaskan saya untuk membereskannya saat itu. Di tahun itu, Dishutbun terkena ‘badai’ yang sangat dashyat. Saya pelan-pelan memulihkan kondisi di Dishutbun hingga kembali normal,” paparnya.

Prosesi mutasi sepertinya terus berlanjut bagi Bunbun. Dua tahun memegang jabatan Kepala Dishutbun, dia lalu dimutasi menjadi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di tahun 2016. Tahun 2020, Dinas Koperasi dan UKM dimerger dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Bunbun didapuk oleh Bupati H Acep Purnama menjadi Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian (Diskopdagperin) hingga sekarang.

“Sejak promosi menjadi eselon II, berarti sudah tujuh kali saya dimutasi. Semoga saja saya tidak dipindah lagi, karena bulan Agustus tahun depan saya sudah pensiun,” harapnya, (*)