oleh

Ketua DPRD Tinjau Pembangunan JLT

KUNINGAN – Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy SE meninjau pembangunan Jalan Lingkar Timur (JLT) yang menghubungkan Sampora-Kertawangunan. Tepatnya di kawasan Sindangbarang Kecamatan Jalaksana menuju Cilaja Kecamatan Kramatmulya, kemarin (30/6).

Proyek pembangunan JLT tersebut sempat terhenti akibat adanya pandemi Covid-19. Namun karena sudah masuk dalam program prioritas pemerintah, pembangunan jalan baru ini kembali dilanjut.

“Sesuai rencana yang telah di-launching beberapa waktu yang lalu, kita harapkan jalan baru ini bisa selesai pada tahun ini. Memang kemarin pembangunannya sempat terganggu dengan wabah Covid-19. Tapi nampaknya sekarang sudah dimulai lagi pengerjaannya,” kata Nuzul kepada Radar Kuningan di sela peninjauannya.

Zul -sapaan akrabnya- menjelaskan pembangunan akses jalan lingkar tersebut bisa secepatnya selesai sesuai dengan harapan. Sesuai rencana di akhir tahun ini jalan lingkar tersebut bisa berfungsi, mengingat keberadaan jalan ini memang sangat diperlukan untuk mengurai kemacetan di jalan utama Kuningan-cirebon.

“Kita sudah melihat sendiri sudah ada satu kejenuhan terhadap lalu lintas jalan di sana. Jadi, tentunya dengan nanti dibukanya akses jalan ini merupakan satu jawaban bagi kita, agar akses jalan terutama dari daerah Cirebon ke daerah timur Kuningan bisa terurai,” harap Zul.

Sekarang ini, lanjut Zul, akses jalan yang dilalui dari atau menuju Kuningan timur seperti Luragung dan Ciawigebang masih harus berputar. Menurutnya, beban jalan yang di utara tersebut diakuinya cukup berat, sehingga diharapkan nanti jika jalan tersebut sudah berfungi. Masyarakat yang akan berlibur lebaran dan lainya bisa memanfaatkan keberadaan jalan baru tersebut.

“Ke depan kita berharap akses jalan lingkar timur tidak hanya sampai ke Kertawangunan saja, tapi akses jalan harus bisa diperluas sampai ke Kadugede dan Darma untuk mengurai kemacetan di wilayah Kuningan,” harapnya lagi.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Radar Kuningan, di persimpangan Sindangbarang kini sudah mulai ramai dengan hilir mudiknya kendaraan berat, termasuk truk-truk pengangkut material untuk pembangunan jalan. Bahkan satu sisi jalan baru ini sebagian sudah mulai dihotmik. (muh)