oleh

Wisuda Virtual Ponpes HK Persembahkan 96 Mahkota Hafidz/ah

KUNINGAN – Pondok Pesantren Husnul Khotimah (HK) menggelar wisuda secara virtual, Minggu (28/6). Wisuda santri Madrasah Aliyah angkatan ke-23 ini diikuti 532 santri dan wali santri, melalui aplikasi zoom dan disiarkan langsung di Chanel Youtube.

Haflah 23 secara virtual ini mewisuda 553 santri, di antaranya 96 telah menyelesaikan setoran hafalannya 30 Juz dan 1 orang santri mampu menghafal Al Qur’an beserta nama surat, ayat dan tata letaknya. Selain itu, diumumkan santri berprestasi kelas 12, Jurusan IPA atas nama Muhammad Zaki Ash Shidiqi bin Sri Hartono kelas 12 IPA 2 dengan nilai rata-ta 93,58, Jurusan IPS atas nama Khonsa Adzkia Zein binti Zaenul Mutaqin dengan nilai rata-rata 92,13, Jurusan Keagamaan atas nama Hayyin Yahya bin Muhammad Taufiqurrahman dengan nilai 94,89 sekaligus meraih Santri Teladan Putra. Santri Teladan Putri diraih oleh Hasna Mufidah Binti Maulana Abdullah, keduanya juga Hafizh Alquran 30 juz.

MC Haflah atau wisuda Virtual santri Ponpes Husnul Khotimah Kuningan, menggunakan 3 bahasa.

Acara tersebut digelar di Gedung Darul Arqam Pontren Husnul Khotimah dan dihadiri Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH. Diikuti pula oleh anggota Dewan Pembina KH Achidin Noor MA, anggota Dewan Pengawas Diding Tarmidi MSi, Ketua Yayasan KH Mu’tamad MPd Al Hafidz, Mudir Mahad Ustad Mulyadin Lc, dan tamu undangan yang terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 (social distancing).

Acara ini dibawakan dengan 3 bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Pimpinan Pondok Pesantren Husnul Khotimah Mulyadin Lc  dalam sambutannya, berpesan kepada seluruh wisudawan/i untuk tetap menjaga nama baik pondok pesantren, serta berusaha mengamalkan ilmu yang telah diraih di pondok tercinta ini.

“Raihlah taman syurga dengan iman dan ketaqwaanmu. Jangan tinggalkan salat malam, jagalah kesucian lahirmu dengan selalu menjaga wudhu, karena itu akan mempermudah masuknya ilmu,” pesannya.

Selain itu, ia juga berpesan agar alumni MA Husnul Khotimah tetap menjaga puasa sunah, menyempatkan Salat Duha sebelum berangkat kuliah atau bekerja dan juga ibadah-ibadah lainnya.

“Jagalah stabilitas keimananmu dengan salat berjamaah di masjid, ramaikanlah rumah-rumah dengan bacaan Alquranmu. Maafkanlah orang tuamu, maafkanlah gurumu ini sekiranya kurang bisa membahagiakan kalian,” pesannya lagi.

Ketua Yayasan Husnul Khotimah Kuningan KH Mutamad Lc , dalam pidatonya mengharapkan agar para alumni mampu berperan sebagai para negarawan setelah menimba pendidikan di jenjang perguruan tinggi, sehingga bisa menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang terarah dan takut kepada Allah SWT. Karena dipimpin oleh orang-orang yang saleh dan punya landasan ilmu agama.

“Semoga bisa berperan menjadi para ekonom yang punya kontribusi besar untuk membenahi ekonomi bangsa ini yang saat ini tengah ditimpa musibah Covid-19,” harapnya.

Mutamad mengaku bangga dengan lulusan angkatan 23 ini karena ada banyak santri yang mampu menyelesaikan hafalan Alquran. Dia menyebutkan ada 96 santri yang diwisuda dan di antaranya ada 6 orang yang mampu tasmi Alquran sekali duduk dalam waktu 11 jam.

“Salah satunya bisa menghafalkan sampai nomor ayatnya. Dan tahun kemarin di STQ 2019 alhamdulillah Kuningan mendapat 2 medali. Salah satunya yaitu tahfidz 5 juz dan 30 juz yaitu anak tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH, dalam sambutannya mengungkapkan, Ponpes Husnul Khotimah merupakan salah satu kontributor yang luar biasa dalam mewujudkan Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Pendidikan. Baginya, berbagai prestasi yang sudah dicatatkan santri Husnul Khotimah di tingkat nasional sudah lebih dari cukup untuk membuat Kuningan berbangga.

“Saya mengenal betul di tempat ini berikrar menjadi mualaf. Kami sangat mendukung keberadaan Ponpes Husnul Khotimah. Apapun baik moril maupun materil kebijakan-kebijakan pemerintahan daerah. Salah satu kebanggaan visi Kabupaten Kuningan ingin menjadikan Kuningan sebagai Kabupaten Pendidikan. Dan melalui pondok pesantren ini kotribusinya sangat luar biasa pula,” paparnya.

“Saya dapat laporan ada juga yang mengikuti lomba sains dan lainnya, bahkan tingkat nasional, dan ini membanggakan. Saya bangga. Tidak mempersoalkan dari manapun santriwan dan santriwati itu berasal,” imbuh Acep.

Bupati Acep juga mengharapkan agar para lulusan Husnul Khotimah mampu menjadi pemenang dalam hal apapun. Selain itu Acep menghaturkan terima kasih dan penghargaan setulusnya kepada Husnul Khotimah atas keberhasilan mencetak generasi yang tangguh dan agamis.

“Saya menyampaikan apresiasi setulus-tulusnya kepada Pondok Pesantren Husnul Khotimah, yang selama ini telah mencetak generasi calon penerus dalam pembangunan di segala bidang, untuk tetap berdirinya kita sebagai bangsa Indonesia, untuk tetap teguhnya kita sebagai negara Indonesia yang kita cintai,” ucapnya.

“Inilah keberhasilan kita bersama dalam mencetak sebuah generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Selepas Bupati menyampaikan sambutan, acara dilanjutkan orasi ilmiah oleh Dr Amir Faish Fath MA. Dalam orasinya, walisantri Husnul Khotimah ini berpesan kepada para hafidz dan santri agar menjaga hafalannya.

“Jaga hafalan Alquran, karena Alquran adalah sahabat kita, Alquran akan memberikan syafaat kepada kita. Jangan menjadi seperti si fulan, yang setelah hafal Quran ia tinggalkan hafalannya. Alquran jiwa kita, Alquran hidup kita, Alquran GPS kita ke Surga, Alquran pendamping kita menuju Allah SWT, Alquran ruh kita, kalau dalam HP ada software, kalau HP softwarenya adalah Andoid, Apple, maka kalau software kita adalah Alquran,” pesannya.

Abi Amir, sapaan akrab Juri Hafidz Indonesia ini, menambahkan pesannya agar para lulusan menjaga koneksi dengan Allah SWT. “Jangan dirusak jiwa kita ini, kita harus selalu terkoneksi kepada Allah. Kalau HP harus terkoneksi kepada operator, kita harus terkoneksi kepada Allah. HP kita berfungsi sebagai HP ketika terkoneksi ke operator. Sama, manusia juga berfungsi sebagai manusia ketika terkonek kepada Allah SWT,” pesannya lagi.

Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda secara virtual. Para wisudawan melakukan prosesi ini di tempat tinggal masing-masing bersama keluarga. Meskipun berjalan melalui dunia maya, tapi rasa haru tetap menyelimuti momen tersebut. Hal itu terlihat dari beberapa video siaran langsung.

Selepas prosesi, salah satu perwakilan dari wisudawan, Hayin Yahya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya pada pondok yang pernah menjadi rumah kedua baginya. Ia mengutip satu hal yang paling berkesan baginya adalah perbedaan dari berbagai macam budaya yang melahirkan persatuan. Baginya hal ini tidak akan dapat terlupakan.

“Semoga Allah senantiasa menjaga pondok kita tercinta agar terhindar dari segala kotoran dunia dan seisinya,” harapnya.

Akhirnya, ia berpesan kepada kawan-kawan angkatannya agar senantiasa terus belajar. Serta jangan pernah berhenti berusaha untuk menjadi yang terbaik.

“Teguklah ilmu sebanyak-banyaknya, terbanglah setinggi-tingginya. Raihlah cahaya seterang-terangnya, bangun jaringan seluas-luasnya. Tapi jangan pernah lupa kita hadir di dunia bukan cuma-cuma. Mungkin kita tidak bisa menjadi matahari, tapi kita selalu bisa menjadi mercusuar. Teruslah berprestasi dan menginspirasi,” pesannya.

Turut menambahkan, Latipudin SPsi selaku Ketua Haflah Virtual. Ia bersyukur haflah virtual berjalan lancar. “Alhamdulillah Haflah Virtual berjalan lancar, live streaming selama 5 jam 45 menit, disaksikan sejumlah 9.630 viewers. Respons santri dan walisantri juga luar biasa, antusias, banyak yang menangis terharu menyaksikan haflah virtual,” ungkapnya. (muh)