oleh

Pelatda Wushu Porda Dipusatkan di KRK

-Kuningan-57 views

KUNINGAN – Kendati Babak Kualifikasi (BK) Porda Tasikmalaya baru akan dilaksanakan tahun 2021 mendatang, namun hampir seluruh kabupaten di Jawa Barat sudah mempersiapkan atletnya untuk berlaga di kegiatan multi event tersebut. Tidak terkecuali Kabupaten Kuningan. Atlet yang diprioritaskan mendulang medali sudah dipersiapkan paska pandemi Covid-19 ini.

Salah satu cabang olahraga (cabor) yang ditarget KONI Kabupaten Kuningan meraih empat medali emas di acara multi event tersebut, yakni wushu. Target tersebut dipandang masuk akal, sebab salah satu atletnya, Mutia Azzela lolos kualifikasi PON 2021 di Papua dari Taolu nomor Nando (Golok) dan Jiang Shu (Toya). Dari raihan itulah, dua emas diharapkan akan diperoleh di porda nanti.

Untuk mendukung target empat emas dan kemungkinan baru dipenuhi dua emas, maka sisanya dibebankan pada atlet Sansou (nomor komite). Guna memenuhi target tersebut, Pengurus Cabang (Pengcab) Wushu Kabupaten Kuningan membuat program jangka panjang. Tujuannya, supaya target terealisasi.

Program jangka panjangnya yakni melaksanakan pemusatan latihan daerah (pelatda) bagi atlet Sansou. Sedangkan atlet Taolu saat ini sedang melaksanakan pemusatan latihan PON (PelatPON) di Bandung dan Tiongkok. Pelatda jangka panjang ini diharapkan dapat meng-upgrade atlet lebih berkualitas sehingga mampu bersaing dengan atlet lainnya di Jawa Barat.

“Target empat medali emas itu berat di Porda Tasikmalaya. Namun sebelum menyerah, harus dijawab dulu dengan program pelatda. Ketika pelatda dilaksanakan, semua kemungkinan bisa terjadi. Artinya, ketika atlet dipersiapkan dengan matang baik aspek fisik, teknik dan mental bertanding. Maka medali itu adalah dampak dari pelatda itu sendiri,” ungkap Ir H Jajat Sudrajat MSi selaku Ketua Umum Pengcab Wushu Kabupaten Kuningan, kemarin (28/6).

“Jika fisiknya bagus, tekniknya bagus dan mental bertandingnya terbangun menjadi mental baja. Karena Sansou adalah komite bertanding dibutuhkan mental juara, tidak mudah menyerah di arena. Maka lawan yang dihadapi akan mudah ditundukan. Nah proses itu kita bina dari sekarang sampai BK, sebagai tolok ukurnya. Jika lolos, maka akan dilaksanakan lagi pelatda untuk memenuhi ekspektasi KONI Kabupaten Kuningan yakni medali emas,” imbuh Jajat.

Jajat mengaku sangat optimis target akan dapat terealisasi, apabila pelatda yang dilaksanakan sesuai dengan program yang sudah dituangkan dalam program kerja. Selain itu, pihaknya juga melaksanakan evaluasi berkala terhadap perkembangan atlet, baik dari aspek psikologis, fisik, teknik. Sebab ketiga aspek itu penting bagi atlet prestasi.

Bidang Teknik Pengcab Wushu Kuningan Asep Abdus Syakur menambahkan, untuk meningkatkan fisik atlet, tahap pertama pelatda dilaksanakan di Kebun Raya Kuningan (KRK). Ada beberapa alasan pemilihan tempat pelatda tersebut.

“Sebelumnya kita melakukan kajian tempat-tempat yang bagus, artinya memiliki daya dukung. Untuk kontur jalan turun naik, sangat mudah ditemukan di wilayah Kabupaten Kuningan. Sebelumya juga kita melaksanakan latihan fisik di jalan raya. Hanya kita juga harus mempertimbangkan aspek safety atawa keselamatan atlet itu sendiri. Apabila dilaksanakan di jalan raya,” ungkapnya.

Menurut Asep, KRK memiliki kriteria kontur geografis turun naik. Udara sehat, tidak terlalu banyak kendaraan lalu lalang dari aspek safety dan tempat menginap. Apabila program latihannya membutuhkan menginap di lokasi. Daya dukung yang tersedia ini menjadi alasan, kenapa pelatda dilakukan di KRK.

“Selain itu ada yang menarik, karena atlet kita kebanyakan masih sekolah. KRK memiliki lokasi bermanfaat untuk pengetahuan dengan habitat pohon langka,” terangnya.

Atlet yang masih sekolah, lanjut dia, tentunya dituntut untuk belajar daring, karena Covid-19 ini belum sepenuhnya selesai. Dengan adanya proses pembelajaran alam melalui keanekaragaman hayati di kebun raya, maka atlet pelajar masih dapat belajar banyak.

“Jadi seperti pepatah mengatakan sekali dayung dua pulau terlampaui. Atlet mampu meningkatkan prestasi olahraga, juga pengetahuan akademiknya tetap terjaga,” pungkasnya. (muh)