oleh

Ciptakan Lapangan Kerja, Pemuda Linggajaya Tanam Timun

KUNINGAN– Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan di pedesaan, menjadi wadah generasi muda dalam membantu mewujudkan kesejahteraan sosial. Hal inilah yang dilakukan pemuda Desa Linggajaya, Kecamatan Ciwaru yang tergabung di Karang Taruna Mekar Jaya. Wadi Lesmana, Ketua Karang Taruna Mekar Jaya menuturkan, berberapa bulan ini pemuda di desanya kembali giat berorganisasi setelah lama vacum.

Kegiatan perdana yang dilakukan adalah memberdayakan pemuda yang belum memiliki pekerjaan dengan mengelola lahan milik desa. upaya para Pemuda ini mendapat sokongan dari Pemdes Linggajaya. Lahan kosong tersebut ditanami sayuran jenis timun. “Pemuda di desa kami yang belum memiliki pekerjaan tetap kami ajak untuk menjadi petani. Saya minta ke desa untuk diberi kesempatan mengelola tanah bengkok guna ditanami timun. Alhamdulillah program ini sudah mulai berjalan,” jelas Wadi diamini penasIhat Karang Taruna Mekar Jaya Asep Aro.

Berkat usulan ini, lanjut dia, puluhan pemuda bersedia bergabung dan memiliki kegiatan baru bercocok tanam. Tahap awal, lahan seluas 170 bata mulai ditanami timun. Pihaknya kini tinggal merawat lahan dan menunggu hasil panen. Sedangkan untuk urusan penjualan, pemuda telah menemukan pihak lain yang siap menampung produk pertanian dalam jumlah besar.

“Setelah bercocok tanam, kami lebih sering melakukan rapat, saling mendengarkan pendapat untuk kemajuan desa. Bahkan untuk urusan sosial, pemuda di sini kompak bergerak bersama. Di Dusun Cikoneng misalnya. Ada rencana pembangunan musala, kami langsung bergerak membantu mencari donatUr. Saat ini pembangunan musala sedang berlangsung. Kami terus berupaya agar pembangunan di desa tetap melibatkan para pemuda,” ungkapnya.

Diakui Wadi, ternyata berkumpulnya para pemuda dalam Karang Taruna menanamkan kembali semangat berorganisasi, karena sebelumnya para pemuda melakukan aktivitas masing-masing. Pihaknya berharap, pengelolaan lahan desa seperti ini ditambah lagi ke depannya.

“Kami yakin dengan menyediakan lapangan kerja seperti ini, para pemuda mampu memajukan desanya. Asalkan kami diberi kepercayaan dan mendapat dukungan, insyaa Allah program apapun bisa berjalan,” katanya.

Rupanya, membentuk kekompakan pemuda dalam sebuah wadah memerlukan sosok yang mampu mempersatukan pemuda desa. Sosok ini disebutkan Wadi adalah Asep Aro, yang kini menjadi penasihat Karang Taruna Mekarjaya.

“Kami sangat termotivasi untuk kembali bangkit karena support dari Pak Asep. Selama ini para pemuda sering berkumpul di rumahnya. Terlebih mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap. Pak Asep terus memotivasi kami supaya mengaktifkan kembali organisasi kepemudaan di desa,” ujarnya.

Ditambahkan Wadi, pihaknya cukup mudah menggerakkan pemuda karena terjalin komunikasi rutin. Sebuah ruangan di kantor desa belum lama ini dibersihkan dan mendirikan ruang sekretariat Karang Taruna Mekar Jaya yang berada di  lantai dua gedung Serbaguna Desa Linggajaya.

“Kepedulian sosial pemuda ternyata sangat tinggi. Pekan kemarin seorang warga di Dusun Getasan mengalami musibah rumahnya ambruk. Kami langsung bergerak membantu termasuk mencari donatur untuk satu keluarga dengan 7 jiwa tersebut,” tukasnya.

Sementara Asep Aro berharap, dengan kembalinya semangat pemuda dalam organisasi dan kegiatan positif seperti ini, harus membuat desa lebih aktif lagi dalam melayani dan memperhatikan warganya. “Pemerintah Desa Linggajaya jangan kalah cepat dengan pemuda. Semoga ke depan pemdes dan Karang Taruna Mekar Jaya lebih sinergis dengan berinovasi di berbagai kegiatan positif,” harapnya. (ags)