2 PDP Positif versi Rapid Test Corona Kuningan Meninggal

oleh -555 views
jenazah-covid19-kuningan
Tim medis RSUD '45 Kuningan mengenakan APD lengkap saat proses pemulangan jenazah warga Kecamatan Ciawigebang, Kamis (16/4). FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGN – Satu pasien dalam pengawasan (PD) virus corona berstatus positif sesuai hasil rapid test meninggal dunia saat menjalani perawatan. Pasien tak tertolong di RSUD ’45 Kuningan, Kamis (16/4).

Berdasarkan informasi dihimpun, pasien merupakan perantau dari Jakarta yang pulang kampung di Desa Dukuhdalem, Kecamatan Ciawigebang, pada akhir Maret 2020. Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 52 tahun, sempat menjalani perawatan di ruang isolasi Covid-19 RSUD ’45 Kuningan selama hampir dua pekan.

Hasil pemeriksaan cepat menggunakan rapid test, pasien dinyatakan positif Covid-19 sehingga harus menjalani tes swab. Namun belum juga keluar hasil pemeriksaan swab, ternyata pasien meninggal dunia pada siang kemarin sekitar pukul 13.00 WIB.

Pantauan Radar, proses pemulasaran jenazah dilakukan di kamar mayat RSUD ’45 Kuningan sesuai protokol Covid-19. Setelah dikafani dan dibungkus plastik tiga lapis dan terbungkus kantung mayat BPBD, dimasukkan lagi ke peti jenazah. Sekitar pukul 15.55, jenazah dimasukkan ke ambulans, dibawa ke TPU Desa Dukuhdalem, Kecamatan Ciawigebang, untuk dimakamkan sesuai permintaan keluarga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin yang juga Tim Crisis Center Covid-19 membenarkan jenazah tersebut adalah pasien terindikasi Covid-19 berstatus positif sesuai hasil rapid test.

Terkait riwayat perjalanan maupun status penyakit yang dideritanya, Agus mengaku belum dapat informasi lengkap dan tengah dalam penelusuran. “Berstatus positif rapid test. Terkait riwayat penyakit yang diderita kami masih telusuri dari pihak rumah sakit,” ujar Agus singkat.

Sementara Direktur RSUD ’45 Kuningan dr Deki Saefullah saat dikonfirmasi mengaku belum mendapat laporan dari bawahannya. “Saya sedang ada tugas di luar, belum mendapat laporan dari tim yang menangani. Nanti setelah saya dapat laporannya lengkap, secepatnya saya kabari,” ujar Deki.

proses-pemakaman-pasien-positif-rapid-test-di-tpu-Pancalang-kuningan
SESUAI PROTOKOL: Pemakaman jenazah pasien positif corona sesuai hasil rapid test di wilayah Pancalang, Kabupaten Kuningan, Rabu (15/4). Foto: Istimewa

Sehari sebelumnya, seorang pasien positif corona versi rapid test di RSUD Linggajati Kabupaten Kuningan meninggal dunia, Rabu (15/4). Pasien sudah menjalani perawatan selama hampir sepekan.

“Pasien warga Kecamatan Pancalang, laki-laki usia 65 tahun,” kata Direktur RSUD Linggajati, Edi Martono.

Menurutnya, pasien sejak awal tiba di RSUD Linggajati langsung menjalani perawatan di ruang isolasi khusus Covid-19. Pasien sempat menjalani rapid test menggunakan metode serologi atau dengan mengambil sampel darah menunjukkan hasil positif.

“Hasil pemeriksaan rapid test hari Sabtu lalu hasilnya menunjukkan positif. Sehingga untuk memastikannya perlu dilakukan pemeriksaan swab. Kami baru membawa sampel swab pasien kemarin (Selasa, red) ke Jakarta. Namun belum diperoleh hasilnya ternyata Tuhan berkehendak lain, pasien meninggal,” ungkap Edi kepada Radar Kuningan melalui sambungan telepon selular.

Edi mengatakan, setiap pasien dalam pengawasan (PDP) terlebih dahulu menjalani rapid test. Tes cepat yang dilangsungkan masih memakai metode serologi atau dengan mengambil sampel darah.

Metode pendeteksian rapid test merupakan teknik tes berbasis antibodi. Sehingga untuk memastikan keberadaan virus corona dalam tubuh seseorang perlu dikonfirmasi ulang dengan swab RT-PCR (Real Time-Polymerase Chain Reaction) di laboratorium rujukan.

Edi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan medis ternyata pasien tersebut juga mengidap beberapa penyakit bawaan yang cukup berat. Ditambah faktor usia pasien yang sudah 65 tahun, diduga menjadi penyebab kondisi tubuhnya semakin menurun.

“Terkait jenis penyakitnya, saya tidak bisa sebutkan. Begitu juga terkait keberadaan pasien apakah dia seorang perantau atau pernah berkontak dengan orang dari zona merah Covid-19, belum bisa kami jelaskan karena masih dalam penelusuran,” ujar Edi.

Selanjutnya, kata Edi, jenazah pasien tersebut langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di daerah Pancalang sesuai permintaan keluarga pasien. Edi memastikan seluruh proses pemulasaraan hingga pemakaman pasien telah dilakukan sesuai prosedur protokol Covid-19.

“Sekalipun belum ada hasil tes swab menyatakan positif, namun penanganan jenazah sesuai prosedur protokol Covid-19. Jenazah dibungkus plastik dan dimasukkan ke peti dan dikebumikan berikut petinya,” jelasnya.

Terpisah, Camat Pancalang Deni Komara membenarkan pasien tersebut adalah salah satu warganya dan telah dikebumikan sesuai protokol Covid-19 pada Rabu siang (15/4).

Terkait keberadaan pasien, Deni memastikan pasien bukan perantau yang pulang kampung. Berdasarkan keterangan keluarga, selama ini pasien mengidap beberapa penyakit berat.

“Yang pasti pasien tersebut bukan perantau. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, yang bersangkutan memang mengidap komplikasi penyakit berat. Terkait penyakitnya apa dan penyebab meninggalnya, bukan kewenangan saya untuk menjawab,” ujar Deni. (fik)

No More Posts Available.

No more pages to load.