2 Desa Ditarget Jadi Kawasan Durian

oleh -12 views
TANAM DURIAN: Bupati H Acep Purnama didampingi Kepala DKPP Kuningan Dr Ukas Suharfaputra menanam bibit durian di Desa Kertawinangun, Kecamatan Cidahu, kemarin (7/2).

KUNINGAN – Rintisan Kawasan Durian, dimatangkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kuningan. Di Desa Kertawinangun, Kecamatan Cidahu, sedikitnya 18 hektare sudah disiapkan guna ditanami bibit durian. Sebagai bukti keseriusan, penanaman simbolis dilakukan Bupati Kuningan H Acep Purnama dan Kepala DKPP Dr Ukas Suharfaputra, kemarin (7/2).

Penerima bantuan pengembangan bibit durian secara terpusat di Kawasan Kertawinangun, diterima Kelompok Tani Rukun Family Desa Cihideunghilir 5 hektare, Kelompok Wargi Saluyu I Desa Kertawinangun 5 hektare, Kelompok Trikarya II Desa Kertawinangun 8 hektare. Setiap kelompok selain mendapat bantuan bibit pohon durian, juga dilengkapi bantuan pupuk organik jenis NPK.

“Kami tidak ingin bantuan ini, sebatas hanya di sini. Bimbinglah kami terus, khususnya kelompok agar tujuan pembangunan kawasan durian di Kecamatan Cidahu berhasil guna. Sehingga keinginan kita semua untuk menciptakan Desa Pinunjul tercapai,” ungkap Darsono, Kepala Desa Kertawinangun.

Darsono pun meminta agar di musim kemarau nanti, agar dilakukan bantuan penyiraman untuk kawasan tanaman durian tersebut. Sebab mengaca tahun-tahun sebelumnya, daerah Kecamatan Cidahu terutama Desa Kertawinangun kerap kesulitan air, atau kekeringan di musim kemarau.

Bupati Kuningan H Acep Purnama menekankan agar masyarakat bisa memanfaatkan tanah untuk kemakmuran seperti pesan Bung Karno dan amanat undang-undang. Masyarakat bisa menggunakan metode tumpang sari, meski saat ini kawasan penanaman durian telah terlebih dahulu ditanami singkong, tebu dan lain-lain.
“Mari memperlakukan alam dan isinya sebaik mungkin,” ajak dia.

Bupati menginginkan Kabupaten Kuningan mampu menjadi lumbung durian, selain menjadi lumbung padi. Maka para kepala desa harus memetakan wilayah desanya. Mulai dari pemetaan kemampuan sumber daya manusia, sumber daya alam. Jadi siapa yang laik diberi bantuan harus jelas, agar tepat sasaran.

“Saya ingin satu desa satu varietas untuk mewujudkan Desa Pinunjul,” tandas bupati.

Ia mengaku sangat sepakat menghijaukan tanah dengan tanaman. Ia pun mengimbau masyarakat untuk menanan tanaman yang tidak mengenal musim. Seperti sirsak salah satu contohnya.

Kemudian bupati memberikan tantangan sekaligus motivasi, jika ingin memiliki nilai lebih untuk durian, seperti dilakukan Negara Singapura, ialah asal jujur dengan rasa durian kepada para pembeli. Beri kebebasan kepada pembeli untuk memilih. Kalau dibuka dan dimakan ternyata enak silakan bayar. Sebaliknya jika tidak enak tidak perlu bayar.

“Hal itu, merupakan daya tarik. Di Singapura, durian dijual dengan harga kiloan. Sebab durian memiliki nilai jual tinggi. Banyak teknologi bisa kita gunakan untuk teknik tanam durian,” kata bupati.

Terakhir bupati berpesan kepada kepala desa agar dana desa dialokasikan juga untuk pemberdayaan masyarakat. Kanan kiri jalan menuju ke kawasan durian agar dilakukan penataan baik, seperti rumput yang sudah meninggi agar dipangkas. “Jaga kebersihan lingkungannya,” pesan dia.(tat)

No More Posts Available.

No more pages to load.