18 Varian Kopi Khas Kuningan Kumpul di Woodland

oleh -31 views
KOPI LOKAL: Bupati Kuningan Acep Purnama berfoto bersama para pegiat kopi asli Kuningan dalam acara peresmian Galeri Kopi Kuningan di objek wisata alam Woodland, Selasa (28/9). FOTO: M taufik/radar kuningan

KUNINGAN – Merasakan kenikmatan cita rasa kopi asli Kuningan yang beragam, kini tak lagi harus menelusuri satu per satu daerah penghasilnya. Karena semuanya telah tersedia di Gerai Kopi Kuningan yang berada di kawasan wisata alam Woodland, Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus.

Keberadaan Gerai Kopi Kuningan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kuningan Acep Purnama, Selasa (28/9). Acara peresmian gerai oleh-oleh kopi produksi Kuningan tersebut dihadiri para pemilik usaha kafe, pelaku usaha, barista dan petani kopi serta beberapa pejabat instansi terkait seperti Kepala Dinas Pertanian Ukas Suharfaputra dan Kepala BTNGC Teguh Setiawan.

Ketua DPC Asosiasi Petani Kopi Indonesia (Apeki) Kuningan Uun Sunarun dalam paparannya mengatakan, sedikitnya ada 18 jenis varian kopi asli Kuningan hadir di Gerai Kopi Kuningan tersebut. Semuanya merupakan kopi terbaik yang dihasilkan dari daerah-daerah penghasil kopi seperti Kecamatan Subang, Selajambe, Darma, Ciniru, Hantara, Kadugede, Cigugur, Cilimus dan lainnya.

“Kita punya kopi Anjung dan Guci dari Subang, kopi Siliwangi dari Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Kenandra dari Palutungan dan banyak dari daerah lain. Semuanya asli Kuningan yang mempunyai cita rasa, aroma dan kekhasan masing-masing,” ungkap Uun dalam sambutannya.

Selain menyediakan beragam kopi khas Kuningan, lanjut Uun, di Gerai Kopi Kuningan ini juga sebagai sarana edukasi kultur kopi kepada masyarakat. Dikatakan, para pengunjung yang datang akan dikenalkan dengan sejarah kopi Kuningan, cara pengolahan, produksi hingga cara meraciknya menjadi minuman yang nikmat dan menyehatkan.

“Perlu diketahui, kopi Kuningan ini mempunyai nilai historis yang panjang karena sudah ada sejak ratusan tahun lalu bahkan sudah dikenal hingga pasar Eropa. Melalui Galeri Kopi Kuningan ini, para wisatawan tidak hanya membawa oleh-oleh gemblong, jeniper ataupun tape tapi juga membawa pulang kopi khas Kuningan. Bahkan harapan kami ke depan, keberadaan kopi Kuningan ini bisa kembali berjaya seperti dulu dan menjadi komoditi unggulan di Jawa Barat,: ungkap Uun.

Sementara itu, Bupati Kuningan Acep Purnama mengapresiasi kehadiran Galeri Kopi Kuningan tersebut sebagai salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Kuningan. Acep yang ternyata pernah menggeluti bisnis kopi dari warisan orang tuanya dulu, sangat mendukung apabila komoditi kopi Kuningan bisa kembali muncul ke permukaan dan menembus pasar ekspor seperti dulu.

“Kopi adalah salah satu usaha perdagangan yang digeluti orang tua saya zaman dulu. Oleh karena itu, saya juga paham betul daerah-daerah mana saja sebagai penghasil kopi, jenisnya hingga bagaimana cara penanganannya supaya bisa bernilai jual tinggi. Saya sangat mengapresiasi dan mendukung kehadiran Galeri Kopi Kuningan ini untuk mengangkat kembali kejayaan Kopi Kuningan ke kancah nasional bahkan internasional,” ujar Acep.

Kemudian, Acep menyampaikan, pertumbuhan ekonomi mikro di Kabupaten Kuningan kian meningkat yang ditandai dengan berdirinya restoran-restoran ataupun kafe-kafe kecil maupun besar di Kabupaten Kuningan. Dampaknya pun kini sangat dirasakan, seperti menyerap tenaga kerja lokal yang dapat diperkerjakan di berbagai UMKM sehingga mampu mengurangi pengangguran.

 “Dengan berdirinya gerai oleh-oleh kopi Kuningan ini dapat menjadi salah satu daya tarik wisatawan datang ke Kabupaten Kuningan. Efek domino dari keberadaan gerai kopi ini adalah terangkatnya kembali brand kopi asal Kabupaten Kuningan hingga semakin dikenal masyarakat luas sehingga nantinya akan berdampak pada kesejahteraan para petani kopi juga termasuk menyerap tenaga kerja lokal yang dapat diperkerjakan sehingga mampu mengurangi pengangguran,” papar Acep. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.